ORANG-ORANG DI JALANAN
pagi-pagi di jalanan,
orang-orang menghirup mimpi semalam
dengan tergesa-gesa
— adakah yang tertinggal di saku celana?
siang-siang di jalanan,
perut-perut keroncongan
— sedang kantong bolong
sedang pohon-pohon tak cukup teduh
sedang mimpi-mimpi menjadi belukar
yang melilit diri
petang-petang di jalanan,
orang-orang mengadu
rindu peraduan
mengaku ingin pelukan takdir baik
yang mengikut
hingga petang-petang
kembali datang
remang-remang di jalanan,
orang-orang gigil
dalam realita
— kisah sehari-hari
yang tak meneduhkan hari-hari tua
Toboali, 26 April 2022
__________
MENGUNYAH PEMPEK
datanglah ke kedaiku
ada keriuhan minyak
bercampur hujan;
— bocor di selasela atap
akan kubentangkan pempek
yang mematut-matut ikan giling
di badannya
lalu meminta dimandikan
dengan kuah asam pedas
yang paling legam
mungkin inilah akhir keriuhan
saat pempek berkerumun
di mulut
menyalak deru kereta
yang berurutan turun
ke
lambung
— memanjang senyum di ceruk muka;
pembeli
setelahnya kubiarkan
kesepakatan reda;
dengan gulungan rupiah
di ujung jemari
— sisa-sisa kecupan ikan
dan gumulan sagu
Toboali, 17 April 2022
***
Dian Chandra alias Hardianti, seorang tutor, penyair, arkeolog, dan emak-emak. Bermukim di Toboali, Bangka Selatan. Email: dianchandrafiles@gmail.com, Fb: Dian Chandra, IG: @dianchandra_files