9 Ciri Remaja Kurang Kasih Sayang Orang Tua saat Kanak-kanak

ilustrasi remaja kurang kasih sayang orang tua 169
Ilustrasi remaja kurang kasih sayang orang tua saat kanak-kanak. (Foto: iStock)

ZONALITERASI.ID – Merasa tidak dicintai ketika masih kanak-kanak bisa menimbulkan dampak jangka panjang. Anak mungkin merasa kurang percaya pada orang lain hingga mengalami gangguan kesehatan mental.

“Pengalaman mengasuh anak dan masa awal kehidupan memberikan landasan bagi anak untuk merasakan bagaimana rasanya dicintai dan aman dari dunia yang sering membingungkan,” ujar psikolog klinis, Carla Marie Manly, Ph.D. dari Santa Rosa, California, dilansir dari laman Psych Central.

“Ketika seorang anak diabaikan, ditolak, dianiaya, serta merasa tidak dicintai, mereka cenderung bertahan dan memengaruhi semua bidang kehidupan tersebut,” sambungnya.

Ketika anak kurang mendapatkan kasih sayang orang tua di masa kecil, ada berbagai ciri yang terlihat saat mereka tumbuh menjadi seorang remaja.

Ada beberapa ciri yang terlihat pada remaja ketika mereka kurang mendapatkan kasih sayang saat kanak-kanak. Berikut paparannya:

9 Tanda Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

1. Kecerdasan emosional yang belum berkembang

Otak anak-anak mirip dengan spons. Mereka pun menyerap dan melihat apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

“Mereka melihat, merasakan, dan memperlihatkan perilaku, sikap, dan energi orang tua. Jika orang tua tidak mencontohkan kecerdasan emosional yang sehat, anak-anak mereka tidak akan mengembangkan kecerdasan emosional yang kuat,” kata Carla.

2. Gangguan kesadaran diri

Anak-anak sangat bergantung pada orang tua dan pengasuh mereka untuk mengetahui siapa diri mereka. Gangguan kesadaran diri ini biasanya terjadi ketika seorang anak merasa tidak dicintai, tidak diinginkan, ditolak, ditelantarkan, ditinggalkan, hingga dikritik.

“Mengingat anak-anak bergantung pada orang tua dan pengasuh mereka untuk mengetahui siapa diri mereka, orang tua yang tidak menunjukkan kasih sayang yang tulus dan tanpa syarat kepada anak-anak mereka cenderung menimbulkan kerugian jangka panjang pada harga diri anak-anak mereka,” jelas Carla.

3. Kurangnya kepercayaan

Masalah kepercayaan adalah konsekuensi umum lain dari kurangnya kasih sayang orang tua pada anak. Anak yang tidak dibesarkan dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, penuh hormat, dengan perasaan tidak aman dan tidak percaya, mereka akan mengalami tantangan dalam mempercayai diri sendiri dan orang lain sepanjang hidupnya.

“Hal ini menyebabkan seorang anak menciptakan pertahanan yang kuat sehingga mereka tidak mampu untuk mempercayai siapapun,” ungkap Carla.

4. Kesulitan menavigasi batasan

Jika anak berasal dari keluarga yang tidak memiliki batasan yang sehat, mereka mungkin tidak memiliki keterampilan untuk menavigasinya ketika mereka menjadi seorang remaja.

Menurut Carla, kesulitan menentukan batasan ini bisa membuat anak berpotensi mengalami hal berikut ini:

– Dimanfaatkan orang lain,
– Mengambil keuntungan dari orang lain,
– Menjaga kewaspadaan untuk melindungi diri,
– Menciptakan hambatan terhadap hubungan yang sehat.

5. Memilih teman yang toxic

Anak yang tumbuh di lingkungan yang toxic tentu saja menerima lingkungan yang tidak sehat sebagai hal yang normal. Mereka mencoba mengatasi dengan merasionalisasi hal-hal yang tidak rasional dan mencatat bahwa mereka bisa nyaman dalam situasi serupa di masa depan.

“Anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang secara tidak sadar mendambakan dinamika masa kanak-kanak yang familier dan tidak nyaman,” tutur Carly.

“Anak yang sekarang sudah dewasa tanpa disadari akan memilih teman dan pasangan yang tampaknya menyehatkan namun pada akhirnya melanggengkan pola negatif yang disaksikan dan dialami di masa kanak-kanak,” tambahnya.

6. Takut pada komitmen

Mengutip dari laman Good To Know, ahli residen dan psikolog pendidikan, Dr. Patricia Britto, mengungkapkan, anak yang kurang mendapatkan kasih sayang akan tumbuh dengan menjauhkan diri dari suatu komitmen.

“Orang dewasa yang mungkin memiliki pengalaman masa kecil yang buruk mungkin berjuang untuk mengembangkan kepercayaan pada orang lain dan membentuk hubungan yang dapat dipercaya karena pengalaman awal kehidupan mereka yang menantang,” jelasnya.

7. Berjuang untuk mencintai diri sendiri

Menurut Patricia, anak yang tidak cukup mendapat kasih sayang akan tumbuh berjuang untuk mencintai dirinya sendiri. Anak akan merasa mereka tidak layak untuk mendapat belas kasih, penghargaan, hingga pujian.

“Saya rasa tidak ada orang yang berjuang untuk mencintai diri mereka sendiri, tetapi mereka mungkin merasa sulit untuk merasa layak mendapatkan belas kasih, pujian, dan penghargaan positif yang mereka berikan kepada orang lain karena berbagai faktor,” ujarnya.

8. Terus mencari validasi

Validasi emosional dari orang tua terutama di masa kanak-kanak cenderung membangun keterampilan literasi emosional pada anak. Memiliki keterampilan literasi emosi ini akan membantu seorang anak untuk merasa dihargai dan mendukung perkembangannya.

“Ketika orang dewasa terus-menerus mencari validasi, mungkin mereka memiliki kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam tahap kehidupan mereka saat ini atau ada aspek kehidupan yang terkait dengan pengalaman hidup sebelumnya,” ucap Patricia.

9. Hiper-mandiri

Tumbuh menjadi anak yang mandiri adalah hal yang baik. Namun, ketika anak mengalami kemandirian yang berlebihan, akan menjadi tidak sehat untuk pertumbuhan mentalnya.

Ketika kurang mendapatkan kasih sayang, anak tumbuh menjadi remaja yang mandiri. Mereka akan menyelesaikan tugas, membuat dan menepati janji, serta menjaga kesehatan dengan gaya hidup yang aman.

Namun, mandiri yang berlebihan akan mengacu pada upaya individu untuk melakukan segalanya sendirian sehingga tidak membutuhkan bantuan serta dukungan dari orang lain.

“Menjadi terlalu mandiri bisa menjadi hal yang tidak sehat dan dapat diklasifikasikan sebagai respons trauma dalam beberapa kasus. Orang dewasa mungkin pernah mengalami pengalaman traumatis selama masa kanak-kanak dan memilih untuk menjadi sangat mandiri,” jelas Patricia.

Demikian ciri anak remaja ketika kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya saat kecil. Semoga bermanfaat. ***

Sumber: Haibunda.com