ZONALITERASI.ID – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menetapkan tiga Calon Rektor UPI periode 2025- 2030. Mereka adalah Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA, dan Prof. Dr.phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd.
Penetapan tiga Calon Rektor UPI periode 2025- 2030 oleh MWA UPI ini dilakukan setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPI, Numan Abdul Halim, mengungkapkan, proses seleksi yang panjang ini adalah bentuk komitmen MWA untuk menghadirkan pemimpin UPI yang berintegritas, kompeten, dan visioner.
“Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan sistematis. Ini merupakan proses yang cukup berat bagi kami. Kenapa lama? Karena kami menggunakan sistem, bukan hanya pendapat orang per orang. Kami perlu objektif,” kata Numan, di Gedung University Center UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Senin, 5 Mei 2025, sore.
Numan menuturkan, proses pemilihan rektor kali ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Perbedaannya terutama karena adanya perubahan peraturan MWA tentang mekanisme pemilihan. Salah satu yang membedakan adalah kehadiran proses asesment oleh asesor independen,” tuturnya.
“Penilaian dilakukan bukan oleh kami, tetapi oleh lembaga asesor independen yang juga dipakai oleh ITB, Unpad, Unpar, dan universitas lainnya. Mereka dari Telkom University, dan itu bagus, karena mereka objektif dan profesional,” sambung Numan.
Numan memaparkan, proses Pemilihan Rektor UPI dimulai dari tahapan sosialisasi dan pendaftaran bakal calon. Sembilan nama yang mendaftar kemudian diverifikasi administratif, termasuk memastikan usia di bawah 60 tahun dan kualifikasi akademik minimal bergelar doktor.
Setelah lolos administrasi, lanjutnya, para bakal calon menjalani pemeriksaan kesehatan. Lalu, dikirim ke lembaga asesor untuk dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari kompetensi akademik hingga integritas dan kepemimpinan.
“Setelah asesor memberikan penilaian, hasilnya kami serahkan ke Senat Akademik UPI yang jumlahnya hampir 49 orang. Kami juga punya tim 5 yang menelaah seluruh hasil tersebut, termasuk rekam jejak akademik, seperti apakah mereka masih aktif menulis jurnal dalam 2-3 tahun terakhir,” ucap Numan.
Kata Numan, para bakal calon juga diminta mempresentasikan kertas kerja mereka dalam forum khusus selama 30 menit. Dari situ, MWA menilai aspek-aspek penting seperti integritas, kepemimpinan, rekam jejak, komitmen, hingga kepribadian.
Sidang ke-6 yang digelar MWA pada Senin, 5 Mei 2025, dihadiri oleh 20 anggota, termasuk Rektor UPI yang hadir tanpa hak suara. Karena tidak ditemukan kesepakatan bulat, akhirnya MWA menyiapkan kartu suara dan menggelar voting resmi.
Proses ini juga dihadiri oleh Dirjen Dikti yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta perwakilan dari Gubernur Jawa Barat.
Dari hasil voting tersebut, muncul tiga besar calon rektor yang akan melaju ke tahap akhir. Mereka akan kembali bersaing dalam forum public hearing yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2025.
“Public hearing ini untuk menguji mereka, nanti teman-teman wartawan bisa masuk untuk memberikan pertanyaan kepada mereka, tentang apa yang akan mereka lalukan untuk UPI,” ujarnya.
“Keterbukaan dan transparansi menjadi prinsip utama dalam seluruh proses seleksi,” tandas Numan.
Sembilan Bakal Calon Rektor UPI
Sebagai informasi, sebelumnya, Panitia Pemilihan Rektor UPI menetapkan sembilan Bakal Calon Rektor UPI Periode 2025-2030.
Adapun kesembilan Bakal Calon Rektor UPI Periode 2025-2030 yaitu Prof. Agus Rusdiana, M.A., Ph.D.; Prof. Dr. H. Amir Machmud, S.E., M.Si.; Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom.; dan Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A..
Selanjutnya, Prof. H. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.; Prof. Dr. H. Memen Kustiawan, S.E.; M.Si.Ak., M.H.; Prof. Dr. Prayoga Bestari, M.Si.; Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA; dan Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd..
“Sampai tahap ini, kita sudah melalui penjaringan. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai SOP yang jelas. Total ada sembilan bakal calon yang akan masuk proses selanjutnya,” kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPI, Numan Abdul Halim, saat Pengumuman Bakal Calon Rektor UPI Periode 2025-2030, di Gedung PPG UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Kamis, 10 April 2025.
Numan menuturkan, keterbukaan panitia tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai sembilan orang. Seluruh bakal calon bergelar profesor dan doktor.
“Ini menunjukkan adanya trust terhadap proses yang tengah berjalan. Kalau hanya satu yang daftar, mungkin ada yang salah. Tapi sekarang ada sembilan, ini membuktikan kita terbuka,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI, Nanan Soekarna, mengatakan, kesembilan Bakal Calon Rektor UPI Periode 2025-2030 telah melalui proses verifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
“Yang akan diuji selanjutnya adalah kapasitas akademik dan hasil asesment independen. Kami ingin pemimpin yang bukan hanya manajer, tapi academic leader sejati. UPI ini produsen guru, dan harus dipimpin oleh sosok yang benar-benar bisa membawa institusi ini ke level lebih tinggi,” tandasnya.
“Komitmen utama dalam proses ini adalah transparansi dan integritas. Kita sepakat untuk menjunjung values for value, mengutamakan nilai-nilai UPI daripada kepentingan pribadi. Tidak ada ruang untuk konspirasi atau kolusi. Kita pilih yang terbaik berdasarkan standar yang sudah ditentukan,” pungkas Nanan. (des)***





