ZONALITERASI.ID – Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 pada awal April lalu. Inpres ini menjadi pedoman penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis dari pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya yang termasuk dalam desil 1 dan desil 2 atau 20% rumah tangga termiskin menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini mencakup pendidikan formal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan asrama, makan, seragam, alat tulis, dan fasilitas belajar lainnya. Tak hanya menekankan aspek akademik, Sekolah Rakyat juga memperhatikan kondisi psikologis, kesehatan, serta lingkungan keluarga siswa untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan, Sekolah Rakyat direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2025. Rencananya untuk tahun ajaran 2025-2026 nanti, setidaknya ada 100 sekolah rakyat siap digunakan.
Sekolah berkonsep asrama dengan total 354 rombongan belajar (rombel) ini akan menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sehingga untuk total angkatan pertama sekolah rakyat ini akan diisi sekitar 8.850 siswa dan menelan anggaran hingga Rp2,33 triliun.
“Jika mengasumsikan ini di 100 lokasi untuk tahun ajaran 2025-2026 itu totalnya adalah Rp 2.336.654.257.000. Ini untuk 100 lokasi dengan 354 rombel dikalikan 25 siswa per rombel totalnya sekitar 8.850 siswa. Jadi ini masih berupa asumsi karena nanti kemungkinannya bisa lebih dari 10 ribu,” terang Gus Ipul, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa, 19 Mei 2025, dikutip dari detik.com.
Jadwal Pendaftaran Tahun Ajaran 2025/2026
– Pendaftaran dibuka: April 2025
– Tahun ajaran dimulai: Juli 2025
Informasi lengkap dan pembaruan dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Sosial maupun akun media sosial seperti Instagram @kemensosri.
Berikut adalah tahapan pendaftaran yang harus diikuti oleh orang tua atau pendamping calon siswa:
– Mengisi Surat Pernyataan Orang Tua
– Unduh surat pernyataan dari tautan berikut: [https://s.kemensos.go.id/t7p](https://s.kemensos.go.id/t7p)
– Isi surat tersebut dengan lengkap sebagai bentuk dukungan orang tua terhadap pendidikan anak.
– Mengisi Formulir Pendaftaran Online
– Akses formulir pendaftaran melalui LAMAN INI
Isi data lengkap meliputi:
- Nama lengkap anak
- Nomor HP aktif
- Peran pendaftar (orang tua atau pendamping)
- Lokasi Sekolah Rakyat pilihan
- Tingkat pendidikan yang dituju (SD/SMP/SMA)
- Profil keluarga dan kondisi ekonomi
- Ikuti Instruksi Lanjutan
– Setelah formulir dikirim, peserta akan menerima informasi lanjutan melalui email atau nomor kontak yang telah didaftarkan. Pastikan mengikuti setiap arahan secara cermat.
Seleksi dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga miskin dan memiliki potensi berkembang. Berikut tahapannya:
– Verifikasi Ekonomi
Tim Kemensos akan memverifikasi kondisi sosial-ekonomi berdasarkan data DTSEN. Tujuannya adalah memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak di salahgunakan.
– Tes Potensi Akademik
Calon siswa akan mengikuti ujian tertulis yang mengukur:
– Kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung
– Kemampuan berpikir logis
– Kesiapan belajar
– Psikotes dan Wawancara
Anak akan menjalani psikotes untuk memahami kepribadian dan minatnya. Sementara orang tua akan diwawancara untuk menggali motivasi dan kondisi keluarga secara lebih dalam.
– Kunjungan Rumah (Home Visit)
Tim seleksi akan datang langsung ke rumah calon siswa untuk melihat kondisi lingkungan tempat tinggal dan kesehariannya.
– Pemeriksaan Kesehatan
Calon siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan, status gizi, dan deteksi dini gangguan kesehatan. Pemeriksaan ini bersama tenaga medis profesional agar anak siap mengikuti kegiatan pendidikan intensif.
Demikian informasi seputar pendaftaran Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026. Semoga bermanfaat. ***





