ZONALITERASI.ID – Prita Stania, mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas), warga Kecamatan Batununggal, Kota Bandung terpilih menjadi Juara 1 “Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025”.
Sementara untuk Juara 2 diraih Femi Syadela, mahasiswa Universitas Pasundan, warga Kecamatan Bojongloa Kaler dan Juara 3 diraih Salwa Azzahar, mahasiswa Universitas Indonesia Membangun, warga Kecamatan Bojongloa Kaler.
Pada “Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025” ini, dewan juri juga menetapkan 3 peserta yang mendapat Penghargaan Khusus.
Adapun 3 peserta yang mendapat Penghargaan Khusus yaitu:
– Duta Baca Intelegensia: Annisa Tazkiya Muenchenia, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), warga Kecamatan Mandalajati,
– Duta Baca Media Sosial: Farhan Nurkholis, mahasiswa Universitas Indonesia Membangun (UIM), warga Kecamatan Bandung Kidul,
– Duta Baca Favorit: Nadia Naswa Salsabila, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), warga Kecamatan Cidadap.
Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Medi Mahendra, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah terlibat secara proaktif sepanjang proses “Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025”.
Ia mengungkapkan, “Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025” bukan sekadar ajang prestise, tetapi momentum strategis untuk memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Ini bukan hanya kompetisi, tapi bentuk nyata bahwa di Kota Bandung telah melahirkan anak-anak muda dengan kapasitas literasi yang luar biasa. Mereka mampu melahirkan ide, gagasan, dan semangat juang yang bisa menginspirasi generasi lainnya,” kata Medi, saat menghadiri Grand Final “Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025”, di Aula Disarpus Kota Bandung, Kamis, 22 Mei 2025.
Medi menuturkan, dengan rampungnya pemilihan ini, para Duta Baca terpilih mampu menjadi trigger bagi anak-anak muda lainnya. Ia menekankan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.
“Para Duta Baca 2025 adalah pelopor. Mereka membuktikan bahwa aktif dalam kegiatan positif bisa membuka jalan menuju prestasi. Semoga ini menginspirasi anak muda lainnya untuk terus menumbuhkan minat baca dan memahami esensi literasi secara utuh,” katanya.
Medi mengatakan, selain pintar, para Duta Baca juga harus memiliki akhlak yang baik, integritas, serta keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Kita ingin lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya karakter kuat dan mampu menjadi pemimpin masa depan. Inilah cita-cita besar dari gerakan literasi di Kota Bandung,” ucapnya.
Medi pun memberikan penghargaan khusus kepada Duta Baca angkatan 2023 dan 2024 yang menjadi panitia pelaksana tahun ini. Menurutnya, mereka berhasil menjaga kesinambungan acara ini dari tahun ke tahun dan menunjukkan peningkatan kualitas penyelenggaraan.
“Mereka telah menunjukkan performa terbaik. Yang terpenting, mereka membuktikan bahwa Bandung adalah kota literasi yang terus tumbuh dan melahirkan insan muda penuh kreativitas,” pungkasnya.
Selanjutnya, Duta Baca Kota Bandung 2025 akan menjalankan tugasnya sebagai duta inspirasi, menggerakkan semangat literasi dari komunitas ke komunitas, dari sekolah ke sekolah. (des)***





