Puisi Karya Emy Salma Widianti
RINDU
Rangkaian kenangan terlintas dalam benakku
Indahnya senyum dan tawamu
Nampak samar-samar, dan perlahan mulai pudar
Diri ini meronta, ingin merengkuhmu dengan kasih
Untuk yang terakhir kalinya, sebelum berpisah untuk selamanya
***
SI GEMBUL
Hijau, kuning, merah, cerah, menggoda
Si gembul itu gak pernah bohong
Kulit sewarna darah maka daging tak mungkin sewarna madu
Gembul pemberani
Batangnya tidak Sekokoh kelapa
Walau tahu akan jatuh gembul tetap berdiri
Gembul, kamu luar biasa
Oktober, 2021
***
HARI KACAU DI TAMAN
Hari ini sangat melelahkan, Hujan tak henti-hentinya turun sejak pagi, membuat aroma petrikor memenuhi Indra penciumanku. Akhirnya pelajaran hari ini selesai. Kakakku terus menarik-narik tanganku. “Tapi aku cape, mau pulang,” ucapku. “Janji tetap janji!” Serunya. Haah … Lupakan saja, tubuhku sudah terlalu lelah untuk melawan, jadi aku pasrah saja diseret ke taman sekolah.
Setelah selesai membantunya menanam kakak mengajakku mengitari taman. Hey, ternyata ini tidak seburuk yang kukira, pohon jambu yang rindang membuat suasana jadi teduh, sayuran-sayuran hijau di sisi taman juga sangat menyegarkan saat dipandang, dan di antara sayuran-sayuran itu ditanam bunga matahari. Luar biasa, pemandangan indah ini membuatku speechless seketika.
Aku dan kakak duduk di bangku taman, mengobrol sambil sesekali bersenda gurau. Saat sedang asik mengobrol aku merasa ada yang jatuh menimpaku. Aku meraba kepalaku, seperti ada yang menggeliat-geliut. Aku menurunkan tanganku untuk melihat apa itu, “HUWAAAAA!!!! ULAT!!!” Saking kagetnya aku melempar ulat itu ke sembarang arah dan segera berlari, sialnya kakiku tersandung, refleks aku menarik tangan kakakku saat jatuh, dan… ‘byur’ kami nyemplung ke got.
____________________
Puisi Karya Mas Djie
JANJI
sinarnya masih enggan menyinari bumi
saat samar-samar teringat janji
yang ditanam di hati
saat awal langkah menjalani
kini telah menua
janji itu tetap muda
dan setia berdiri di sana
menunggu kita tiba
lika likunya kehidupan
lupa bahwa engkau harapan
penuntun jalan pulang
bila kelak kembali
janji itu tongkat abadi
keseimbangan hati
agar terus berbagi
***
PAGI RINDU
selamat pagi rindu
tak jua kupahami makna yang telah melewati kata
terus kucari dalil mengapa rindu menjadi mahkota
lima huruf terangkai yang mengharu biru saat tak bertemu
tapi rasanya tetap kujaga saat bersama
saat berjarak cinta itu tetap ada
mungkinkah itu aplikasi rindu? yang telah bermahkota pada hati yang mencinta
pujangga dari zaman purbapun tak pernah khatam jua memaknainya
aku hanya pasrah terkapar di antara rindu dan cinta
agar baranya menghangatkan sepanjang usia
***
Emy Salma Widianti, mahasiswa Prodi Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret.
Mas Djie, mendalami ilmu Bimbingan dan Konseling di IKIP Siliwangi.





