ZONALITERASI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar Festival Literasi Anak Hebat, di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Senin, 16 Juni 2025. Festival diikuti oleh 500 peserta dari kalangan pelajar, guru, komunitas literasi, dan pegiat pendidikan.
Pada kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana itu, juga dilakukan pencanangan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Saat membuka festival, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan, literasi harus menjadi budaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda.
“Di tengah gempuran teknologi digital, upaya menumbuhkan kembali minat baca anak harus dilakukan secara intensif. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya akrab dengan gadget, tetapi juga mencintai buku. Karena dari membaca, lahir generasi yang kritis, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menuturkan, festival ini bukan sekadar selebrasi, tetapi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun peradaban melalui literasi.
“Minat baca harus dibentuk sejak dini, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Komitmen Tingkatkan Minat Baca
Ngatiyana mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat Kota Cimahi terutama generasi muda. Pihaknya berupaya mendekatkan akses membaca melalui pengadaan pojok baca di setiap kelurahan dan perpustakaan keliling.
Ia menjelaskan, Perpustakaan Kota Cimahi selalu memperbaharui koleksi buku, baik fisik ataupun buku digital. Perpustakaan Kota Cimahi juga sudah dilengkapi dengan fasilitas internet gratis sehingga pengunjung dapat mengakses pengetahuan melalui media elektronik atau mencari bahan referensi dari sumber pustaka lain secara online.
Untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarda) Kota Cimahi menyediakan sarana pojok baca di setiap kecamatan dan kelurahan. Selain itu disediakan juga perpustakaan keliling yang dapat melayani sampai ke sekolah-sekolah dan area publik di Kota Cimahi.
“Budaya membaca haruslah kita gelorakan di seluruh lapisan masyarakat, karena dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan juga dapat membentuk pola pikir yang kritis, membentuk sumber daya manusia yang tangguh, yang bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Cimahi,” ucap Ngatiyana.
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Festival yang merupakan rangkaian acara Hari Ulang Tahun Kota Cimahi ke-24 ini juga dirangkai dengan pencanangan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah inisiatif nasional yang mengusung tujuh kebiasaan utama: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
“Gerakan ini diyakini dapat membentuk karakter generasi unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ngatiyana.
“Disarda bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi menjadi motor utama penyelenggaraan kegiatan ini, yang juga melibatkan HIMPAUDI, IGTKI, dan Forum PKBM,” pungkasnya.
Selain deklarasi gerakan dan kampanye budaya membaca, kegiatan ini juga diisi dengan pameran buku, dongeng interaktif, serta lomba literasi untuk anak-anak. Semua pihak berharap kegiatan ini menjadi titik balik kebangkitan literasi di Kota Cimahi. (des)***





