KONSUMSI internet di masyarakat dunia saat ini secara progresif terus meningkat, hal tersebut dikarenakan penggunaan internet yang terus berkembang pesat terus-menerus dari mulai anak hingga orang dewasa. Internet merupakan pelaku utama yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan zaman.
Demikian halnya di Indonesia, internet telah menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan untuk digunakan dalam bidang seperti mengakses informasi pekerjaan belanja dan Hiburan (Demir & Kumcağız, 2019). Sekarang internet sudah menjadi kebutuhan primer di masyarakat. Banyak kalangan masyarakat yang ketergantungan dengan fitur-fitur internet, seperti: Trend, Referensi Usaha, Film, Hiburan, Edukasi, Fashion, Sarana Komunikasi (Billah,2021).
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran internet dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Bukan hanya itu, internet juga memberikan kebutuhan masyarakat dalam sarana hiburan yang sangat populer.
Salah satunya hiburan yang sangat populer di internet adalah game online. Game online dalam 1 dekade terakhir sangatlah populer terutama di kalangan Gen Z. Berawal pada masa pandemi Covid-19, di saat semua kegiatan dilakukan dari rumah. Game online ini banyak dikonsumsi sebagai hiburan utama dari rumah. Berdasarkan data dari Liputan 6, pemain game online di Indonesia pada tahun 2021 yaitu 121,7 juta dan meningkat menjadi 174,1 juta pemain pada tahun 2022, serta kemungkinan mencapai 192,1 juta pada tahun 2025. Pandemi Covid-19 memberi efek yang sangat luar biasa terhadap masyarakat Indonesia terutama Gen Z.
Salah satu game paling populer di Indonesia adalah Mobile Legend, pemainnya mencapai hingga 30 juta pengguna. Mobile Legend adalah game yang berfokus pada individu yang menghadapi pemain lawan, terjadi kombinasi antara individu yang membentuk tim di mana bersaing satu sama lain untuk mencapai satu tujuan yaitu menang.
Game ini menawarkan hero yang dapat dipilih, pemain dapat menjalankan satu karakter untuk melawan tim yang bersaing dengan tujuan untuk menghancurkan turret lawan. Setiap hero memiliki keahlian dan skill yang berfungsi untuk membangun tim yang solid untuk bersaing sehingga diperlukan kerja sama dengan tim dikarenakan format game 5 vs 5.
Mobile Legend memiliki durasi permainan cukup yang panjang yaitu sekitar 30-40 menit. Hal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap Gen Z. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh (Amin et al., 2023) dengan judul “Analisis Perilaku Komunikasi Prıbadi Anak Sekolah Dasar Akıbat Game Online”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah faktor anak kecanduan bermain game online: 1) Permainan yang tidak bisa diselesaikan sampai tuntas; 2) Sikap dari manusia yang tidak pernah puas selalu ingin menjadi pemenang sampai dia menguasai permainan dan masuk pada level yang tinggi. Dalam proses tersebut anak tanpa sadar akan menjadi pecandu dan susah untuk melepaskan game ini; 3) Kurangnya pengawasan dari orang tua, pengaruh lingkungan sekitarnya kalau dia tidak mengikuti akan diremehkan dan dikucilkan.
Dari hal tersebut penulis menyimpulkan bahwa pengaruh Mobile Legend dapat sangat berpengaruh besar dalam kehidupan Gen Z.
Lalu, seberapa besar pengaruh game Mobile Legend terhadap Gen Z?
Hasil riset dari Evos Esports yang tergolong menarik adalah kondisi riil rata-rata para gamer esports di Indonesia bermain game dalam sebulan. Hal ini berkaitan dengan respons dari para gamer yang menjadi objek penelitian, yakni berapa game yang biasa mereka mainkan dalam sebulan. Hasilnya, 33,65 persen responden mengaku memainkan hanya satu game dalam sebulan. Ada juga yang bermain 2 jenis game dalam sebulan (27,96 persen), 3 game (15,4 persen), dan lebih dari tiga game (22,99 persen). Turunan dari data tersebut adalah lama para gamers menghabiskan waktu per pekan dan per hari.
Selain itu, ada juga statistik terkait kebiasaan bermain. Dua hal tersebut ternyata saling berkorelasi. Sebanyak 62,8 persen gamers esports bermain setiap hari. Dominasi tersebut tergolong jauh, karena hanya 32,3 persen saja yang mengaku bermain 5 hari, lalu 2 hari dalam sepekan (2,4 persen) dan sehari saja (5 persen). Co-Founder dan Chief Marketing Officer EVOS Esports, Michael Wijaya menyebut, data dari aktivitas mingguan tersebut bisa menjadi domain waktu yang dihabiskan per hari.
Data riset lain menunjukkan, 82,71 persen gamers esports yang menjadi responden menghabiskan 2-5 jam. Hal itu terbagi menjadi 41,73 persen menghabiskan waktu 3-5 jam dan 40,98 persen rela ‘bertarung dan beradu strategi’ dalam rentang 2-3 jam. Sementara itu, jumlah responden yang merasakan waktu lebih dari 5 jam hanya untuk bermain game sebesar 17,29 persen.
Dari durasi bermain tersebut pemain Mobile Legend rata-rata menghabiskan 15% hingga 60% waktu luangnya untuk bermain game. Hal tersebut dapat mempengaruhi dalam manajemen waktu dan juga produktivitas dalam belajar, meningkatkan skill dan waktu bersama keluarga, dipakai untuk bermain Mobile Legend.
Selanjutnya, bagaimana pengaruh Mobile Legend terhadap media sosial? Mobile Legend sebagai salah satu game yang paling berpengaruh di dunia hiburan, seperti fyp, trend, tiktok, konten, validasi, dan hingga pekerjaan. Konten ini sangat diminati oleh Gen Z dikarenakan mereka berpikir dapat mewujudkan mimpinya dengan bermain game. Potensi penghasilan konten viral di Mobile Legend dapat menyentuh 2 digit atau 3 digit dalam media sosial seperti melalui adsense (penghasilan dari iklan), sponsor, endorsement, sehingga Gen Z sangat terpengaruh dengan trend bisa menghasilkan uang walaupun hanya dengan bermain game.
Dunia esport juga menjadi hiburan bagi para gamer Gen Z dikarenakan suasana yang sangat kompetitif dan juga hadiah yang besar, sehingga banyak orang yang bercita-cita menjadi pemain profesional dalam game Mobile Legend. Untuk menjadi pemain profesional mereka akan dibagi menjadi klub, klub seperti di sepak bola, ada RRQ, EVOS, Alter Ego, dll.
Dari hadiah tersebut hingga 1 miliar, banyak dari kalangan Gen Z ingin membuktikan dirinya untuk bisa mendapatkan penghasilan besar, walaupun dengan bermain game. sehingga ekosistem dalam Mobile Legend tetap hidup hampir lebih dari 1 dekade.
Belakangan ada kebijakan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan membawa anak ke barak militer dengan alasan keranjingan main game. “Tukang main Mobile Legend, yang kalau malam main, siang tidur dan kemudian bangunnya sore,” kata Dedi, di Gedung DPR. Dari perkataan tersebut KDM ingin membawa anak yang kecanduan terhadap game Mobile Legend, ke barak militer agar sembuh dari kecanduan bermain game-nya.
Jika ditelusuri, setidaknya ada beberapa sebab anak kecanduan bermain Mobile Legend menurut Kumparan, yaitu: (1) Adanya motivasi bermain game; (2) Fenomena flow; (3) Konflik antargenerasi (orang tua dan anak); (4) harga diri yang rendah; (5) Kendali diri yang rendah; dan (6) Strategi coping.
Dari hal tersebut anak-anak menjadi kecanduan atau ketergantungan dengan game Mobile Legend yang merupakan game yang populer di Indonesia dari kalangan umur SD hingga dewasa. Itu menjadi masalah apabila waktu bermain game Mobile Legend tidak dapat dikendalikan oleh Gen Z.
Akan tetapi kebijakan Kang Dedi Mulyadi dengan cara membawa anak ke “barak” justru menuai kontroversi. Salah satu yang dikawatirkan oleh pihak lain, anak-anak yang mengalami gangguan kecanduan bermain game. Apabila anak-anak langsung dibawa ke barak militer, hal yang ditakutkan adalah adanya trauma secara psikologis yang bertambah pada anak.
Menurut para psikolog, lebih baik anak-anak dibawa untuk diterapi secara psikologis. Seperti halnya terapi berhenti rokok dilakukan secara perlahan agar tidak menimbulkan efek agresivitas oleh anak-anak. Itu bisa dijadikan sarana pembelajaran dan pendampingan kepada anak agar bisa lepas dari efek kecanduan bermain game Mobile Legend. ***
Referensi:
https://www.tribunnews.com/techno/2025/01/23/jumlah-gamers-indonesia-kini-tembus-185-juta-orang
Fahd Muhammad Ulil Albab, mahasiswa Prodi Sosiologi, FISIP UIN SGD Bandung.





