ZONALITERASI.ID – Pada hari yang kelima muhibah luar negeri sekaligus melakukan rangkaian FGD dalam rangka riset Kolaborasi (RKI) dengan Chirchick State Pedagogical di Kota Taskent. Direktur Kampus UPI Cibiru, Deni Darmawan juga melakukan kunjungan sekaligus memberikan kuliah singkat dan diskusi dengan Rektor Termez State University. Diskusi secara strategis dilanjutkan bersama dengan Dekan Faculty of Social Science, Dr. Achilov Nurridin yang didampingi oleh Deputy Dean Shaymardonov Ilkhom Alikhanovich.
“Diskusi focus ini membuka peluang kerjasama yang real dalam rangka menaikan QS Rangking. Faculty of Social Science sangat tertarik kepada Kampus UPI Cibiru yang memiliki program studi Kependidikan dan Teknologi yang berpeluang dapat membantu menaikan HI-Index Kampus,” kata Deni Darmawan, dalam keterangannya, Senin, 30 Juni 2025.
“Sebagai contoh, selama ini realisasai MoA ini masih harus banyak diwujudkan dalam bentuk hasil bersama yang nyata. Seperti target dalam Upaya Riset Bersama yang menargetkan bertambahkan jumlah artikel yang berkualitas dan dapat publish di Jurnal-jurnal bereputasi, seperti Scopus dan WOS,serta QS World University Rankings. Demikian juga dengan sejumlah pemeringkatan tingkat dunia lainnya,” sambungnya.
Rektor Termez State University, Professor Abdulkodir Toshulov, DSc, menuturkan, saat ini Research Income & Grant baru mencapai 1 miliar Dollar US. Scopus Index publication annually baru mencapai 210 dan Global Research collaboration tiap tahunnya baru 320, serta inovasi bersama mitra baru mencapai 100 mitra kolaborasi. Demikian juga dengan jumlah projects research dunia baru mencapai 100.
“Tentunya dengan kedatangan Direktur Kampus UPI Cibiru diharapkan dapat menambah peluang untuk mendapatkan peningkatan semua indikator-indikator dalam rangka menaikan rangking universitasnya, khususnya dalam meningkatkan skor capaian di QS World University Rankings di tahun-tahun mendatang,” terangnya.
Siap Kerjasama
Direktur Kampus UPI Cibiru, Deni Darmawan, menegaskan kesiapannya untuk berupaya sekuat mungkin dalam upaya kerjasama untuk mewujudkan capaian prestasi dalam QS World University Rankings tersebut.
Sementara Dekan Faculty of Social Science, yaitu Dr. Achilov Nurridin, mengatakan, sampai saat ini para dosen membutuhkan mitra menulis artikel terindex scopus dengan quartile di atas 3. Tentunya produk tulisannya akan lebih baik jika penulisnya berkolaborasi bukan hanya dari universitas yang sama, namun dari beberapa universitas yang berbeda, terlebih antar negara.
Untuk merespons pernyataan Achilov, Deni menerangkan melalui paparan tentang profil Kampus UPI Cibiru. Ia mengungkapkan, salah satu strategi dan upaya mendapatkan peluang, artikel jurnal bahkan buku sekalipun harus memenuhi indikator kualitas publikasi internasional, yaitu para penulisnya harus dari berbagai universitas.
“Ketika saya menulis jurnal dan buku dengan melibatkan para penulis dari peneliti dunia yang berasal dari Orbicom-UNESCO, maka artikel dan buku-bukunya dapat diterima oleh penerbit,” ucapnya.
Pernyataan Deni pun mendapat sambutan positif dari Achilov. Ia berkeinginan untuk menyelenggarakan Dual Degree, karena melalui program ini kegiatan lainnya akan bisa terlaksana dengan efesien.
“Ketika mahasiswa datang, maka para dosen dari kedua kampus secara otomatis akan memiliki peluang diskusi, riset bersama, hingga menulis Bersama,” ujarnya.
Setelah diskusi selesai membahas berbagai peluang kerjasama tersebut, baik Dekan Faculty of Social Science maupun Direktur Kampus UPI Cibiru dipersilahkan oleh Rektor dan Pimpinan Kantor Hubungan internasional Termez State University untuk menandatangani MoA.
“Semoga kegiatan muhibah ke luar negeri ini selalu dapat memberikan manfaat positif bagi Kampus UPI Cibiru khususnya,” pungkas Deni. ***





