Beasiswa Kuliah di Tiongkok dan Taiwan, untuk Lulusan SMA/SMK

Tsinghua University 2477489095
Kampus Tsinghua University, Beijing, China, (Foto: Tsinghua.edu).

ZONALITERASI.ID – Lembaga ABCDE membuka kesempatan bagi warga Indonesia untuk mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok dan Taiwan. Program ini menyasar lulusan SMA/SMK yang belum bergelar sarjana, punya pengalaman kerja minimal dua tahun, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

“Target penerima beasiswa degree atau non degree, antara lain lulusan SMA/SMK/Sederajat, Warga Negara Indonesia, belum bergelar Sarjana (S1)/Sarjana Terapan (D4), memiliki pengalaman bekerja minimal dua tahun setelah lulus SMA, serta tidak sedang menerima beasiswa lain pada saat mendaftar dan selama periode menerima beasiswa ini,” kata Founder ABCDE sekaligus CMO Mazuta Group, Aristia Chen, dalam keterangannya tertulis, Rabu, 16 Juli 2025, dilansir dari JawaPos.com.

Menurut Aristia, pemilihan Tiongkok dan Taiwan sebagai destinasi awal program ini didasarkan pada kemajuan pendidikan dan riset di kedua negara tersebut.

“Selain itu, ada peningkatan investasi China terhadap research and development atau riset dan pengembangan (R&D) dari 2020 hingga 2024. Institusi pendidikan tinggi menggunakan 8,3 persen anggaran untuk R&D sebesar CNY 275,33 miliar,” jelasnya.

Seleksi Beasiswa ke Tiongkok dan Taiwan

Aristia menuturkan, untuk tahap awal seleksi penerima beasiswa ke Tiongkok dan Taiwan, pada batch pertama, 150 peserta bootcamp akan disaring menjadi 20 penerima sertifikasi nasional dan 5–10 orang yang dibiayai studi ke luar negeri.

“Berbeda dari program sejenis, ABCDE tidak hanya memberikan wawasan, tapi juga menyediakan proses seleksi yang menjadi ajang pengembangan diri, mulai dari bootcamp intensif, sertifikasi nasional resmi, hingga kursus Bahasa Mandarin secara komprehensif dan gratis,” ujar Aristia.

Ia menyebutkan, seleksi dimulai dari pendaftaran lewat Google Form dengan commitment fee Rp500 ribu. Peserta mengikuti bootcamp daring dua bulan dan berpeluang lanjut ke pelatihan bahasa dan persiapan keberangkatan.

“Fee dikembalikan jika kehadiran di atas 80 persen,” ucapnya.

Tren Studi ke Negara-negara Asia Meningkat

Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, tren studi ke luar negeri mengalami peningkatan, terutama ke negara-negara Asia seperti Tiongkok dan Taiwan yang mulai mendapat perhatian sebagai destinasi pendidikan unggulan.

“Peningkatan ini tidak terlepas dari faktor biaya kuliah yang kompetitif, kemajuan riset dan teknologi, serta kemitraan strategis antara negara-negara Asia dengan Indonesia,” kata Aristia.

Ia menyebutkan, banyak institusi di Tiongkok dan Taiwan yang menawarkan kurikulum internasional dan berbagai beasiswa bagi pelajar asing. Kondisi ini membuka ruang baru bagi generasi muda Indonesia untuk meraih gelar akademik sekaligus memperluas wawasan budaya dan profesional mereka.

Namun, tambahnya, tantangan seperti biaya hidup, kemampuan bahasa, dan akses informasi masih menjadi kendala utama bagi sebagian besar pelajar Indonesia. Tak sedikit yang akhirnya gagal berangkat karena minimnya dukungan finansial atau persiapan yang belum matang.

“Di sinilah pentingnya peran program-program pendukung yang terstruktur, transparan, dan dapat menjangkau kalangan yang lebih luas. Melihat kebutuhan tersebut, sejumlah pihak mulai membuka akses pendidikan lintas-negara,” pungkas Aristia. ***