UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wisuda 1.700 Lulusan

IMG 20251115 WA0084
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melantik 1.700 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-105 Lulusan Program Sarjana, Magister, dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu, 15 November 2025, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melantik 1.700 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-105 Lulusan Program Sarjana, Magister, dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu, 15 November 2025.

Lulusan UIN Bandung yang diwisuda berasal dari 9 fakultas dan pascasarjana. Rinciannya, Fakultas Ushuludin 116 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 3956 orang, Fakultas Syari’ah dan Hukum 161 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 218 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 131 orang, Fakultas Psikologi 58 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 233 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 146 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 111 orang, Program Magister 97 orang, serta Program Doktor 34 orang.

Pada wisuda kali ini, juga ditetapkan 17 lulusan berprestasi Hafizh Quran 30 juz dan 67 lulusan IPK tertinggi dengan pujian.

Untuk 17 lulusan berprestasi Hafizh Quran 30 juz yaitu, dari Fakultas Ushuluddin 4 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 3, Fakultas Syariah dan Hukum 2, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 2, Fakultas Adab dan Humaniora (Adhum) 3, Fakultas Psikologi 2, serta Fakultas Sain dan Teknologi 1 orang.

Adapun untuk 67 lulusan IPK tertinggi dengan pujian, meraih IPK mulai IPK terendah 3,70 hingga tertinggi 3,99.

Selain itu, Yuswan Wibisana, S.Hum. (alumni Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora) ditetapkan sebagai peraih penghargaan Adhi Djati Utama. Berkat penghargaan ini Yuswan mendapat beasiswa lanjut studi selama 4 semester di Pascasarjana UIN Bandung.

Saat menyampaikan sambutan wisuda, Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar, berpesan agar wisudawan menjadi cahaya yang mengukir masa depan penuh makna.

Ia menjelaskan, masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. Ini bisa diraih dengan syarat bersyukur kepada Allah SWT dan berkhidmat kepada kedua orangtua.

“Rasa syukur hari ini seyogianya diekspresikan dengan meningkatkan komitmen untuk mengabdi kepada negara, orang tua, keluarga, lembaga tempat mengabdi dan para pihak yang telah membantu keberhasilan proses studi saudara,” kata Prof. Rosihon, dilansir dari laman UIN Bandung.

Menurutnya, kelulusan ini, bukan akhir dari perjuangan tetapi sebagai langkah awal untuk mengamalkan ilmu yang didapat di pendidikan tinggi untuk kejayaan bangsa, negara, dan agama, bermanfaat bagi masyarakat atau menjadi rahmatan lil alamin.

“Kampus sudah memberikan bekal berupa ilmu agama dan umum, berbagai kompetensi, nilai-nilai keislaman, kejujuran, integritas, moderasi. Juga ketrampilan hidup, berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta kesadaran sosial dan spiritual. Semua dibutuhkan untuk menghadapi zaman yang tidak pasti ini,” jelasnya.

“Persiapkan diri untuk menghadapi persaingan dan kompetisi yang jauh lebih berat dari persaingan dan kompetisi di perguruan tinggi. Namun, selama Anda memiliki karakter yang unggul, kompetitif, bernilai, dan berintegritas, insya-Allah akan menjadi pemenang di era Indonesia Emas,” tambah Prof. Rosihon. ***