UIN Bandung – Kemenhaj Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji-Umrah

WhatsApp Image 2025 12 08 at 08.27.27
Sebanyak 87 peserta mengikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II (Reguler) yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, (Humas UIN Bandung).

ZONALITERSI.ID – Sebanyak 87 peserta mengikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II (Reguler) yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan pembimbingan jemaah.

Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari, 1–8 Desember 2025, di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kabupaten Bandung.

Acara dihadiri oleh Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Dr. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum.; Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Dr. H. Cakra Amiyana, S.T., M.A.; Kepala Kemenhaj RI Kabupaten Bandung, H. Dudi Suryadarma, S.Ag., M.A.; Ketua FK KBIHU Kabupaten Bandung, K.H. Sofyan Yahya, M.A.; Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag.; serta Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si.

Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr. Puji Raharjo, mengatakan, sertifikasi ini merupakan bagian dari pembenahan sistem pembimbingan pascapembentukan kementerian baru.

“Melalui pelatihan pembimbingan ibadah haji profesional ini, kita berharap lahir jemaah yang sukses secara ritual,” ucapnya.

Menurutnya, rencana pembentukan lembaga sertifikasi profesi khusus yang akan melahirkan pembimbing bersertifikat dengan standar baru yang lebih profesional.

“Ke depan akan ada lembaga sertifikasi profesi yang melahirkan profesional baru di bidang perhajian dan umrah,” tegasnya.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Rosihon Anwar, menuturkan, sertifikasi ini telah menyiapkan materi komprehensif agar pembimbing memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mendalam.

“Pembimbing profesional harus paham pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Kehadiran pembimbing membuat jemaah tenteram, terlayani, dan memperoleh solusi,” ujarnya.

Prof. Rosihon menambahkan, sertifikat SPMHU berlaku empat tahun, sehingga pembaruan wawasan merupakan keharusan.

“Karena itu perlu kolaborasi aktif antara UIN dan Kemenag,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Enjang AS, menjelaskan, penyelenggaraan sertifikasi terus ditingkatkan dari sisi pemateri hingga substansi materi, dan disesuaikan dengan perkembangan penyelenggaraan haji dan umrah.

“Upaya peningkatan kualitas pembimbing merupakan komitmen kami. Keberhasilan haji dan umrah sangat ditentukan pembimbing yang profesional dan moderat, terlebih fokus haji tahun ini ialah layanan ramah lansia,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenhaj RI dan UIN Bandung atas terselenggaranya sertifikasi ini.

“Ibadah haji dan umrah membutuhkan pendamping yang memiliki spiritualitas tinggi, pengetahuan fiqih yang kuat, dan kemampuan membimbing dengan kesabaran serta keikhlasan. Pembimbing tersertifikasi memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani oleh tenaga profesional,” jelasnya.

“Tentunya kegiatan ini selaras dengan misi Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan pelayanan publik yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Saya berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan baik sehingga kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memberikan layanan optimal kepada jemaah,” sambungnya. (des)***