Diktis Kemenag: 35 PTKIN Raih Akreditasi Unggul

WhatsApp Image 2025 12 19 at 07.03.24.jpeg
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, (Foto: Kemenag).

ZONALITERASI.ID – Sebanyak 35 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) meraih Akreditasi Unggul sepanjang tahun 2025. Dengan begitu, untuk peningkatan mutu kelembagaan ini, jumlah PTKIN yang meraih akreditasi unggul bertambah delapan dibandingkan tahun 2024.

“Status unggul harus menjadi proses berkelanjutan. Ini bukan titik akhir. Ia adalah pintu masuk menuju penguatan mutu yang lebih substansial, terutama dalam riset, inovasi, dan layanan akademik,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Sahiron Syamsuddin, di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. Pernyataan itu disampaikan Sahiron terkait Laporan Kinerja Program 2025.

Selanjutnya Sahiron menyebutkan, pada pengakuan global, empat PTKIN masuk QS Asia University Ranking 2026, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (801–850), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1001–1100), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (1301–1400), dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung (1401–1500).

“Selain itu, hingga 2025 terdapat 104 program studi PTKI yang telah mengantongi akreditasi internasional,” katanya.

Dalam transformasi kelembagaan, kata Sahiron, terdapat alih bentuk 10 PTKIN pada 2025 serta penerbitan 73 Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait pendirian dan alih bentuk PTKIS.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan, penguatan PTKI menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia dan penguatan moderasi beragama.

“PTKI tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berperan strategis dalam membentuk karakter, meneguhkan moderasi beragama, serta menumbuhkan kepekaan sosial,” kata Suyitno di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.

Realisasi Anggaran Capai 99,99 Persen

Menurut Sahiron, dalam Laporan Kinerja Program 2025 juga disebutkan, realisasi anggaran di Direktorat Diktis mencapai 99,99 persen. Itu seiring penguatan mutu dan transformasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Lalu, dari sisi infrastruktur, Diktis melaporkan pengelolaan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) periode 2015–2025 sebesar Rp 11,41 triliun untuk mendukung 229 proyek pembangunan PTKIN di berbagai daerah, termasuk pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana serta penguatan konsep green campus.

Untuk perluasan akses, anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) pada 2025 mencapai Rp 1,291 triliun, dengan penerima 29.037 mahasiswa PTKIN dan 117.373 mahasiswa PTKIS. Program Prima Magang PTKI melibatkan 619 mahasiswa dari 67 PTKI.

Pada penguatan SDM, Kemenag mencatat 33.233 dosen tersertifikasi dari total 49.464 dosen, dengan jumlah guru besar PTKI mencapai 1.810 orang. Di bidang riset, terdapat 1.726 jurnal PTKI terindeks, termasuk 50 jurnal PTKIN dan tiga jurnal PTKIS yang telah terindeks Scopus, serta 28 paten pada PTKIN hingga 2025.

“Diktis juga melaporkan digitalisasi layanan melalui SILADIKTIS yang terintegrasi dengan PUSAKA Super App. Selain itu, platform e-SMS PTKI dikembangkan sebagai sistem pengawasan mutu, sementara layanan SIPIKO disebut telah menerbitkan 4.205 SK penyetaraan ijazah dan konversi nilai lulusan luar negeri pada periode Agustus 2024 hingga Juni 2025,” ujarnya.

Sahiron menambahkan, menyongsong 2026, Diktis menyiapkan delapan program prioritas (Asta Protas), termasuk internasionalisasi PTKI, peningkatan akreditasi unggul, penguatan employability lulusan, digitalisasi layanan, riset dan inovasi, vokasi, standardisasi sarana prasarana, serta penguatan PTKIS.

“Dengan postur anggaran 2026 sebesar Rp 6,649 triliun, Diktis menargetkan penambahan 10 PTKIN Unggul dan perluasan program kolaborasi internasional seperti joint degree, double degree, dan fast track dengan sejumlah mitra luar negeri,” pungkasnya. (des)***