Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Indonesia Hanya 32 Persen, di Bawah Malaysia dan Vietnam

acara urun rembuk masa depan perguruan tinggi swasta indonesia di universitas paramadina kampus cipayung jakarta timur senin 2 1766998042128 169
Acara Urun Rembuk: Masa Depan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia di Universitas Paramadina, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Senin, 29 Desember 2025, (Foto: detikEdu).

ZONALITERASI.ID – Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia hanya 32 persen.  APK pendidikan tinggi Indonesia masih kalah jauh dari Singapura yang menempati posisi pertama APK tertinggi di Asia Tenggara. Bahkan, dibandingkan Malaysia dan Vietnam, Indonesia masih tertinggal.

Berdasarkan data APK terbaru beberapa negara yang dihimpun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), berikut perbandingkan APK pendidikan tinggi Indonesia dengan 9 negara lain di Asia Tenggara:

– Singapura: 91,09 persen per tahun 2024
– Thailand: 49,29 persen per tahun 2024
– Malaysia: 43,00 persen per tahun 2024
– Vietnam: 42,22 persen petahun 2025
– Filipina: 39,59 per tahun 2025
– Brunei Darussalam: 33,51 per tahun 2025
– Indonesia: 32,06 per tahun 2024
– Kambodja: 15,00 per tahun 2025
– Laos: 13,70 per tahun 2025
– Myanmar: N/A (belum ada data)

Menyikapi realitas itu, Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, mengatakan, pihaknya merencanakan peningkatan APK pendidikan tinggi pada 2029 mencapai 38 persen.

“Target tersebut juga masih jauh di bawah capaian negara ASEAN lain saat ini. Sehingga kalau kita ingin melampaui negara ASEAN, kita harus berlipat lagi usaha kita. Nah saya diskusi dengan BPS kan, itu tren kenaikan APK kita per tahunnya adalah 0,5 persen. Jadi tahun 2029 itu hanya 34 persen,” kata Najib dalam acara Urun Rembuk: Masa Depan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia di Universitas Paramadina, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Senin, 29 Desember 2025.

“Tapi tahun 2029 kita kejar 38 persen, itu masih di bawah Filipina. Filipina pasti udah naik juga kan, udah naik lagi. Jadi kita harus melompat lebih tinggi lagi. Nah karena itu intervensi dari KIP kuliah itu tidak cukup,” sambungnya.

Mengutip laman Kemendikbud, APK adalah perbandingan antara siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah dan dinyatakan dalam persentase.

APK dihitung dengan rumus APKj = (Siswa j : Penduduk us j) x 100. Semakin tinggi nilai APK, maka semakin banyak siswa yang bersekolah dan banyak siswa di luar usia kuliah.

Rendahnya APK pendidikan tinggi ini menunjukan masih banyaknya lulusan sekolah menengah yang belum bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Adapun peningkatan APK pendidikan tinggi sekarang masih bergantung pada pemberian beasiswa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *