ZONALITERASI.ID – Hampir 30% pelamar Aparatur Sipil Negara/ASN (PNS dan PPPK) gugur bahkan sebelum berperang saat ujian. Lolos seleksi administrasi adalah langkah pertama sekaligus penentu perjuangan Anda ke tahap berikutnya.
Penyebab kegagalan sering kali dianggap remeh, seperti berkas yang tidak sesuai, resolusi scan yang buram, hingga kesalahan dalam mengunggah tahun akreditasi.
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, berikut berkas yang harus disiapkan menuju rekrutmen CPNS 2026.
Berkas yang Harus Disiapkan menuju Rekrutmen CPNS 2026
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Pemindaian KTP dapat dilakukan menggunakan kamera ponsel atau aplikasi pemindai (scanner). Pastikan seluruh data diri pada KTP terbaca dengan jelas (tidak blur). Sangat disarankan untuk menggunakan KTP elektronik (e-KTP) versi terbaru.
2. Ijazah
Pastikan Anda menggunakan ijazah asli, bukan fotokopi, kecuali jika diminta secara khusus. Untuk proses pemindaian (scan), disarankan menggunakan mesin scanner (bukan aplikasi HP) demi hasil yang maksimal. Sebelum mengunggah, pastikan format dan ukuran file sudah sesuai ketentuan. Jika melakukan resize, pastikan data pada dokumen tetap terbaca dengan jelas.
3. Transkip Nilai
Pastikan dokumen yang diunggah adalah transkrip nilai asli (bukan fotokopi). Seluruh nilai harus terlihat jelas dan sesuai dengan data yang diinput pada portal SSCASN. Gunakanlah mesin pemindai (scanner) untuk hasil maksimal, serta pastikan format dan ukuran file sesuai dengan ketentuan.
4. Pasfoto Terbaru
Calon peserta wajib mengunggah pasfoto terbaru berlatar belakang merah, mengenakan pakaian formal berupa kemeja putih tanpa corak.
5. Swafoto
Untuk hasil terbaik, silakan gunakan laptop dan pastikan webcam Anda sudah aktif saat berswafoto. Gunakanlah pakaian yang rapi dan sopan. Pastikan posisi wajah tampak jelas di layar, dan jangan lupa berikan senyuman tipis terbaik Anda
6. Surat Lamaran dan Surat Pernyataan
Surat lamaran dan surat pernyataan instansi terkait biasanya telah menyediakan format baku (template) untuk surat lamaran dan surat pernyataan. Pastikan Anda mengunduh dan menggunakan format terbaru tahun 2026 yang telah ditentukan.
7. Akreditasi Kampus/Prodi
Pastikan dokumen akreditasi yang diunggah adalah akreditasi yang berlaku pada saat Anda lulus, bukan akreditasi terbaru saat ini. Tergantung ketentuan instansi, Anda mungkin diminta mengunggah akreditasi universitas, akreditasi program studi, atau keduanya.
8. Sertifikat TOELF
Sertifikat ini menjadi syarat wajib pada instansi tertentu (misalnya Kemenlu atau kementerian lainnya). Pastikan skor Anda memenuhi ambang batas minimal yang telah ditentukan oleh masing-masing instansi.
9. Surat Tanda Registrasi (STR)
Dokumen ini bersifat khusus dan wajib bagi pelamar tenaga kesehatan (seperti Dokter, Perawat, Bidan, dan profesi medis lainnya). Pastikan STR masih dalam masa berlaku.
10ยท Pembubuhan Materai
Perhatikan instruksi pada surat lamaran, apakah wajib tulis tangan atau diketik. Jika sudah sesuai, lakukan tanda tangan basah menggunakan pena bertinta hitam. Setelah ditandatangani, bubuhkan meterai sesuai dengan ketentuan yang diminta (meterai tempel atau e-meterai).
Ingat, ketelitian adalah kunci utama seorang calon ASN. Jangan menunda untuk menyiapkan dokumen-dokumen di atas; lebih baik menyiapkannya jauh-jauh hari daripada terburu-buru saat sistem traffic pendaftaran sedang tinggi. (des)***





