45 Pembina Pramuka di Kwarran Ciamis Ikuti KMD, Kepala Pusdiklatcab Tegaskan Soal Ini

WhatsApp Image 2026 01 17 at 05.25.17
Sebanyak 45 pembina Pramuka di Kwartir Ranting (Kwarran) Ciamis mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), (Foto: Harapanrakyat.com).

ZONALITERASI.ID – Sebanyak 45 pembina Pramuka di Kwartir Ranting (Kwarran) Ciamis mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).

Kegiatan kursus yang diselenggarakan di SDN 1 Cisadap, Kecamatan Ciamis ini, berlangsung selama enam hari, mulai 15 sampai 20 Januari 2026.

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, Helmi Maulana, Camat Ciamis selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kepala Desa Cisadap selaku anggota Mabiran, Ketua Kwarran Ciamis Kiki Kohara, panitia pelaksana, dan tim pelatih Pusdiklatcab sebanyak 8 orang.

Kepala Pusdiklatcab Ciamis, Helmi Maulana, saat membuka kegiatan, Kamis, 15 Januari 2026, menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur jajaran majelis pembimbing, baik Camat Kecamatan Ciamis selaku ketua Mabiran. Kepala Desa, para Kepala Sekolah selaku ketua Mabigus yang telah memberikan dukungan moril, materil, dan finansial untuk Gerakan Pramuka.

Selanjutnya Helmi memaparkan pentingnya peran pembina pramuka sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan di Gugus Depan.

Pembina pramuka, lanjutnya, merupakan sumber daya manusia utama yang menentukan kualitas pembinaan peserta didik.

“Pembina pramuka adalah orang dewasa yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk membina peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, serta sehat jasmani dan rohani sesuai tujuan Gerakan Pramuka,” ujar Helmi.

Kata Helmi, pembina dituntut memiliki pengetahuan dan pengalaman membina, serta minimal mengantongi ijazah Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Selain itu, pembina juga perlu mengikuti berbagai pelatihan lanjutan dan pengembangan diri melalui kursus, pertemuan rutin, gelang ajar, dan karangpamitran.

“Kehadiran orang dewasa dalam pendidikan kepramukaan bersifat mutlak karena merupakan bagian dari metode kepramukaan sekaligus penjamin mutu pendidikan,” ungkapnya.

Pembukaan KMD ditandai dengan prosesi adat Pusdiklatcab, yakni penyerahan tunggul latihan dari Kepala Pusdiklatcab kepada Pimpinan Kursus (Pinsus). Selain itu, kepala Pusdiklatcab melakukan penancapan kapak tanda dimulainya pelaksanaan kursus.

Masih dalam rangkaian Adat Pusdiklatcab, dilanjutkan dengan pembacaan sandi Pusdiklatcab Kandaga Bina Satria Gerakan Pramuka Ciamis. (dac)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *