Cerita Kristofera Karolina, Lulusan Terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun yang Beragama Katolik

kristofera karolina 1768545299371 1
Kristofera Karolina, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) asal NTT dengan IPK 3,79, (Foto: Dok. Ummad).

ZONALITERASI.ID – Kristofera Karolina, yang yang akrab disapa Olin, baru saja lulus sarjana dan mendapatkan gelar S.Kes. dari Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad).

Tak hanya lulus membawa gelar sarjana, Olin juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Ummad dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79.

Uniknya, anak muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu merupakan pemeluk agama Katolik. Berikut cerita perjalanan Olin hingga meraih gelar S.Kes. di Unmad.

Kisah Awal Masuk Ummed

Semula, Olin ingin kuliah di bidang keperawatan. Namun, pertimbangan biaya membuatnya mempertimbangkan jurusan bidang kesehatan lain.

Olin dan temannya lalu mendapati ada jurusan bidang kesehatan di Ummad. Biaya kuliah di Ummad pun, sesuai dengan budget yang ada dia miliki.

“Setelah mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup tinggi, saya kemudian mencari pilihan lain yang masih berada di bidang kesehatan,” kata Olin, dikutip dari laman Ummad, Senin, 19 Januari 2026.

Sebelumnya, Olin juga sempat mempertimbangkan untuk masuk jurusan kebidanan. Namun, jurusan kebidanan hanya menyediakan jenjang D3, sementara dia ingin masuk Program Studi (Prodi) S1. Pilihan Olin akhirnya jatuh kepada Prodi S1 Administrasi Kesehatan Ummad.

“Setelah saya mencari tahu lebih lanjut mengenai prodi tersebut, saya merasa tertarik karena masih berkaitan dengan bidang kesehatan dan sesuai dengan minat serta kemampuan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memilih Ummad sebagai tempat melanjutkan pendidikan,” ucap Olin.

Di prodi pilihannya, Olin ingin menimba ilmu agar memiliki kemampuan sebagai tenaga medis yang bisa berkontribusi untuk masyarakat.

“Selain itu, latar belakang minat saya pada bidang kesehatan membuat saya merasa bahwa Administrasi Kesehatan adalah pilihan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan serta rencana karier saya ke depan,” tuturnya.

Sempat Canggung Belajar Kemuhammadiyahan

Di Prodi Administrasi Kesehatan, Olin antara lain belajar tentang pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, dan sistem pelayanan kesehatan. Sementara itu, sebagai kampus Muhammadiyah, Ummad mengharuskan mahasiswanya mengikuti mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Olin pun mengikuti kelas tersebut walaupun awalnya merasa canggung. Namun, lama-kelamaan ia bisa menyesuaikan diri.

Sebab, mata kuliah tersebut rupanya lebih menekankan pengetahuan moral, etika, dan toleransi yang secara pengetahuan juga berguna untuk Olin.

“Saya menganggap mata kuliah tersebut sebagai tambahan wawasan dan pembelajaran tentang keberagaman, serta tidak merasa dipaksakan dalam hal keyakinan,” ungkapnya.

Putri pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok ini mengaku, meskipun dia termasuk minoritas di kampus, tak ada pihak kampus maupun kawan kuliah yang membedakannya. Baginya, dosen bersikap profesional dan tidak membedakan latar belakang agama.

“Teman-teman juga ramah serta saling mendukung dalam kegiatan akademik maupun non-akademik,” ujar Olin.

Jadi Wisudawan Terbaik di Ummad

Pada hari kelulusan, Olin tak pernah menyangka jika dirinya akan mendapatkan gelar wisudawan terbaik Ummad periode akhir tahun 2025.

IPK 3,79 diraihnya usai menuntaskan skripsi berjudul Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.

Prestasi Olin langsung diapresiasi oleh Rektor Ummad, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.. Dia menyebut Olin adalah contoh dari bentuk toleransi yang harus dipegang oleh kampus.

“Hal ini bisa kita lihat tadi ada yang memberi sambutan adalah mahasiswa yang jadi lulusan terbaik wisuda kali ini dari Nusa Tenggara Timur, namanya Kristofora Karolina Kewa S.Kes. dari Prodi Administrasi Kesehatan,” ujarnya. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *