ZONALITERASI.ID – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) tengah merancang konsep seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026. Peluang terbesar seleksi CPNS 2026 yaitu untuk para lulusan baru (fresh graduate).
“Tentunya saya concern ya terhadap teman-teman dari fresh graduate ya,” kata Menteri PAN RB, Rini Widyantini, di Jakarta, Senin, dikutip dari laman CNBC Indonesia, Rabu, 21 Januari 2026.
Rini mengatakan, pemerintah hingga kini pun masih menghitung kebutuhan CPNS terbaru, dengan menantikan data usulan dari Kementerian atau Lembaga.
“Sedang kita hitung dulu, nanti kementerian lembaga tentunya harus sudah mempersiapkan diri untuk kebutuhan pegawainya,” ujar Rini.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, saat rapat kerja dengan Komisi II DPR, Jakarta, pada Selasa, 25 November 2025, mengungkapkan, jumlah ASN yang ada saat ini sebanyak 5,6 juta orang dan masih akan bertambah hingga akhir tahun 2025. Jumlah ASN itu terdiri dari kategori PPPK 1,98 juta dan PNS 3,59 juta.
Kata Zudan, jumlah ASN terbaru per tahun 2025 pun telah mengalami penambahan pesat. Secara total jumlah ASN hingga November 2025 sebanyak 4,2 juta orang (ada penambahan sekitar 1,4 juta ASN).
“Dan InsyaAllah di 1 Desember bertambah lagi karena proses penetapan SK (surat keputusan) PPPK penuh waktu dan paruh waktu terus berjalan,” ucap Zudan.
Zudan menuturkan, bertambahnya jumlah ASN itu tak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk menuntaskan tenaga honorer yang harus habis pada 2025 melalui dua program.
Kedua program tersebut yaitu formasi PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu untuk mengakomodir para ASN yang mengikuti tes pada 2024.
Zudan menyebutkan, untuk kategori CPNS 2024 hampir seluruhnya telah mendapatkan SK, yakni dari 248.721 formasi yang lulus 184.740 dengan SK yang telah dikeluarkan sebanyak 99,7%.
Sementara itu, untuk peserta lulus saat digelarnya PPPK Tahap I dengan kebutuhan formasi 1.009.238 yang telah mendapatkan SK 97,86% dari total 689.824 peserta lulus seleksi kebutuhan PPPK Penuh Waktu, dan untuk PPPK tahap 2, dari formasi 1.009.238, yang lulus untuk formasi penuh waktu 185.535, dan yang mendapatkan SK 90,09%.
“Dari total formasi yang belum terpenuhi itu, maka dibuka untuk kebutuhan PPPK Paruh Waktu dengan jumlah formasi yang diusulkan pemerintah daerah maupun kementerian atau lembaga 1,24 juta. Namun, dari total formasi yang dibuka sesuai dengan peserta sudah lulus, pemberian SK baru sebanyak 23,88% oleh Gubernur, Bupati, Walikota, dan pejabat pembina kepegawaian K/L, atau setara SK untuk 251.961 orang,” katanya.
“Yang PPPK paruh waktu makanya banyak yang nanya kan kok kami belum dilantik, belum segera dikukuhkan? karena SK di instansinya belum dibuat, data yang masuk ke BKN secara sistem baru 23,88% atau 251 ribu seharusnya sudah di ksiaran 1,1 juta,” sambungnya.
Meski jumlah CASN sudah makin besar, Zudan memastikan, saat ini pemerintah turut mendesain kebutuhan formasi untuk CASN 2026 dan tahun-tahun ke depannya. Dia pun meminta para pimpinan instansi untuk mulai menetapkan formasi agar pada 2026 bisa ditetapkan kebutuhannya oleh Menteri PAN RB Rini Widyantini.
“Jadi bapak ibu pimpinan menetapkan formasi agar 2026 Ibu Menteri PAN RB bersama teman-teman BKN agar memiliki pedoman sesuai Asta Cita. Kami berikan kajian-kajian ke ibu menteri yang bisa ditindaklanjuti dalam bentuk formasi,” pungkas Zudan. (haf)***





