PADA usia senja – masa pensiun- rutinitas harian berubah drastis. Di fase ini, kita punya kesempatan emas untuk benar-benar memprioritaskan diri sendiri. Hal terpenting bukanlah mengejar kekayaan atau prestasi baru, melainkan menjaga kesehatan fisik dan mental. Dengan berfokus pada diri, kita bisa menjalani hari-hari dengan damai dan menyenangkan tanpa terburu-buru, hanya untuk merawat tubuh dan jiwa. Kunci utamanya adalah kesehatan fisik. Tubuh seperti mesin yang sudah beroperasi puluhan tahun—perlu perawatan rutin agar tetap prima. Olahraga ringan adalah cara terbaik untuk memulai. Tidak perlu gym mewah atau lari maraton; cukup jalan kaki 30 menit setiap pagi. Atau, melakukan senam untuk membantu menjaga keseimbangan dan fleksibilitas. Olahraga bukan hanya untuk tubuh, tapi juga mengurangi risiko penyakit seperti diabetes atau osteoporosis. Yang penting, dilakukan dengan konsisten dan sesuai kemampuan, agar tidak menjadi beban. Inilah yang saya rasakan saat ini.
Selain fisik, kesehatan mental tidak kalah krusial. Di usia ini, pikiran mudah terganggu oleh kenangan masa lalu atau kekhawatiran masa depan. Sebuah solusi antara lain menekuni hobi yang selama ini tertunda. Membaca buku, berkebun, atau menulis. Hobi seperti obat alami untuk stres, karena kita tenggelam dalam kegiatan menyenangkan.
Selain itu, belajar dari pengalaman orang lain bisa jadi inspirasi. Berbaur dengan lingkungan sekitar, atau membaca biografi tokoh-tokoh hebat. Tidak ada salahnya, belajar hidup dari pensiunan yang berhasil mengisi kehidupan dengan aktivitas yang menyenangkan, produktif dan bermakna.
Terakhir, rasanya kesalehan religius memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan. Pintu kedamaian melalui ibadah yang khusyu dan konsisen. Salat tepat waktu, membaca kitab suci, atau mengikuti pengajian. Bukan soal ritual , tapi tentang membangun hubungan dengan Yang Maha Kuasa.
Terpenting, untuk benar-benar fokus pada diri, kita harus pintar memilah informasi. Berupaya mengabaikan keriuhan berita selebriti, politik, atau gosip. Media sosial dan TV penuh dengan drama yang tak relevan, hanya membebani pikiran dan emosi. Alih-alih, matikan notifikasi berita dan pilih konten positif seperti podcast tentang kesehatan atau cerita inspiratif. Usia senja adalah waktu untuk menyaring apa yang berguna dan berfokus pada. Menciptakan harmoni antara tubuh, pikiran, dan kesehatan mental. Dengan olahraga rutin, hobi yang menyenangkan, pembelajaran dari orang lain, kesalehan religius, dan menjauhi godaan sesaat, kita bisa menikmati hari-hari tanpa penyesalan. Mestinya, usia senja bukan akhir perjalanan, tetapi babak baru untuk mencapai fully functioning person. ***
Suheryana Bae, kolumnis, tinggal di Ciamis, Jawa Barat.





