ZONALITERASI.ID – Abdul Raup terpilih menjadi Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat periode 2026-2031.
Abdul Raup ditetapkan sebagai Ketua Ikapi Jabar untuk masa jabatan lima ke depan, setelah berhasil menyisihkan dua calon lainnya, Partoyo dan Undang Hidayat.
Dalam pemilihan yang diselenggarakan secara voting pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-18 Ikapi Jabar, di Hotel Grand Asrilia, Bandung, pada Selasa, 10 Februari 2026, Abdul Raup memperoleh 33 suara, Partoyo 5, dan Undang Hidayat 3 suara.
Ketua Ikapi Jabar terpilih, Abdul Raup, mengatakan, penetapan dirinya sebagai Ketua Ikapi Jabar periode 2026-2031 merupakan amanah yang tidak mudah.
“Ini amanah dari teman-teman peserta Musda yang mewakili para penerbit seluruh Jawa Barat. Kenapa saya katakan tidak mudah, karena kita juga sama tahu bahwa banyak tantangan dan masalah dunia penerbitan saat ini,” kata Abdul Raup, seusai Musda ke-18 Ikapi Jabar, Selasa, 10 Februari 2026, petang.
“Namun, karena ini adalah dorongan dari teman-teman agar saya mau menerima itu, saya yakin juga teman-teman juga tidak akan membiarkan. Saya mengajak kepada semuanya, ayo kita sama-sama untuk memajukan dunia penerbitan,” sambungnya.
Abdul Raup menuturkan, untuk mengembangkan Ikapi Jabar, dia mengusung visi meningkatkan peran Ikapi dalam ekosistem perbukuan di Jawa Barat.
Visi tersebut, lanjutnya, akan diwujudkan dalam tiga misi kerja. Misi yang pertama, Ikapi Jabar bisa kuat, bisa berdaya, jika anggotanya juga berdaya. Karena itu, dia akan mengarahkan anggota Ikapi Jabar agar menjadi penerbit yang profesional, produktif, dan inovatif.
Misi kedua, membina para penulis, editor, dan marketing. Ikapi Jabar akan memperbanyak saluran pemasaran buku di berbagai media dan platform.
Misi ketiga, Ikapi Jabar bisa kuat kalau bisa jadi melakukan kolaborasi dengan semua pihak, seperti dengan instansi pemerintah, asosiasi, dan komunitas literasi. Semakin banyak berkolaborasi akan semakin banyak peluang yang tercipta.
“Visi dan misi itu yang ingin dicoba diterapkan lima 5 tahun ke depan. Ini modalitas dari anggota Ikapi Jabar yang sekarang hadir. Saya yakin, peluang untuk merealisasikan visi dan misi itu sangat terbuka,” pungkas Abdul Raup.
Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat, Arys Hilman, menuturkan, di tengah kondisi dunia perbukuan yang sedang tidak baik, Ikapi harus adaftif.
“Kebersamaan antara Ikapi daerah dengan Ikapi Pusat juga harus terjalin. Sehingga sinergitas dalam penerbitan buku akan muncul,” ujar Arys.
Ketua Ikapi Jabar, Mahpudi, menyebutkan, ada tiga poin penting yang dihadapi dunia perbukuan.
Pertama, penerbitan ada di simpang jalan. Kalau tidak bisa memilih, penerbit buku akan terjun bebas.
Kedua, teknologi sangat berpengaruh terhadap perbukuan. Karena itu, memahami teknologi keharusan bagi anggota Ikapi.
Ketiga, Ikapi harus mempunyai generasi baru yang adaftif yang terhadap perkembangan zaman.
“Ketiga poin itu harus menjadi acuan untuk pengurus Ikapi Jabar 5 tahun kedepan,” ujar Mahpudi.
Sementara Ketua Panitia Musda ke-18 Ikapi Jabar, Taofiq Rahman, mengucapkan rasa syukur atas lancarnya penyelenggaraan musda. Dia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menyukseskan acara ini.
“Musda dirancang sebagai ajang strategis bagi para penerbit di Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan industri kreatif digital serta meningkatkan kualitas literasi nasional,” kata Taofiq. (des)***





