Ada Gerakan Sejuta Beasiswa, untuk Program Akademik dan Vokasi

6881c58438e30
Menko PMK, Pratikno dan Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia, Tantowi Yahya saat peluncuran Gerakan Sejuta Beasiswa di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025, (Foto: Kompas.com/Melvina Tionardus).

ZONALITERASI.ID – Gerakan Sejuta Beasiswa resmi diluncurkan pada Kamis, 24 Juli 2025. Gerakan Sejuta Beasiswa ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia serta lembaga-lembaga pengelola beasiswa.

Program Gerakan Sejuta Beasiswa bukan hanya yang bersifat akademik, tetapi ada juga yang sifatnya vokasional.

“Gerakan Sejuta Beasiswa ini bertujuan untuk menyediakan satu juta kesempatan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang berpotensi serta berprestasi (akademik dan non-akademik),” kata
Menko PMK, Pratikno, saat peluncuran Gerakan Sejuta Beasiswa, di Jakarta, dilansir dari Kompas.com.

Selanjutnya Pratikno menuturkan, sumber daya manusia (SDM) menempati prioritas paling utama dalam Program Quick Wins atau Hasil Terbaik Cepat Pembangunan Nasional.

Namun, kata Pratikno, masih banyak sekali anak-anak SD (Sekolah Dasar) yang harus berjalan kaki berkilo-kilometer menuju ke sekolah tanpa sepatu.

“Banyak sekali anak-anak Indonesia yang begitu, yang kakinya kapalan, tebal. Tapi tetap bersinar, tetap penuh harap dengan harapan suatu saat ia akan bisa melepaskan kemiskinan keluarganya, membantu kampung halamannya. Itu kan cita-citanya sederhana sekali,” kata Pratikno,

Pratikno bercerita ia baru saja bertemu dengan Nono, anak SD dari Kabupaten Kupang, NTT yang menjuarai lomba coding dan pernah menjadi juara di International Abacus World Competition 2022.

Desa tempat Nono tinggal jaraknya dua setengah jam dari kota Kupang jika menaiki mobil dan sesungguhnya jauh sekali dari pembelajaran yang sempurna.

“Saya yakin banyak sekali anak-anak Indonesia yang punya bakat, talenta yang luar biasa. The gifted, the talented, saya yakin banyak anak-anak Indonesia yang seperti ini. Cuma bagaimana kita menjaga supaya Nono-Nono yang lain punya maksud yang sama,” ucap Pratikno.

Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia, Tantowi Yahya, mengatakan, pihaknya memastikan bahwa tidak ada anak-anak Indonesia yang berbakat yang tidak terjangkau atau tidak dalam jangkauan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan sampai kependuduan tinggi. Juga karena target nasional 2045 adalah Indonesia Emas.

“Fondasi utamanya adalah sumber daya manusia yang terdidik. Paling tidak yang mempunyai kesempatan untuk masuk atau sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Nah untuk itu perlu biaya sebagaimana kita tahu. Jadi beasiswa ini adalah suatu solusi yang sangat berharga,” ucap Tantowi. ***