ZONALITERASI.ID – Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat, Arys Hilman, membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-18 Ikapi Jawa Barat, di Hotel Grand Asrilia, Bandung, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Musda yang diikuti oleh sebagian besar anggota Ikapi Jabar yang aktif ini mengusung tema besar “Produktif, Inovatif, Kolaboratif”.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Ikapi Jabar, Mahpudi; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji; serta Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Arcity Renaldi.
“Musda itu agendanya untuk membahas program kerja dan pemilihan ketua. Kita harus adaftif, kondisi dunia perbukuan sedang tidak baik. Ada sebagian penerbit besar, berinovasi dan bertahan. Selain itu, ada juga yang tutup,” kata Ketua Umum Ikapi Pusat, Arys Hilman, kepada wartawan, di sela Musda.
“Para penerbit buku harus melihat peluang. Itu ada tantangan. Karena kemarin kita ditempa oleh pandemi. Ada peluang-peluang baru, seperti keberadaan media sosial dan market place,” sambungnya.
Arys menuturkan, kecenderungan di banyak negara saat ini, termasuk Indonesia, penerbitan buku sedang pulih.
Di Indonesia sendiri, lanjutnya, pemerintah mulai berbelanja buku lagi. Ada anggaran yang dialokasikan untuk membeli buku.
“Kebersamaan antara Ikapi daerah dengan Ikapi Pusat juga harus terjalin. Sehingga sinergitas dalam penerbitan buku akan muncul,” pungkas Arys.
Pada kesempatan sama Ketua Ikapi Jabar, Mahpudi, menuturkan, ada tiga poin yang dihadapi dunia penerbitan.
Pertama, penerbitan ada di simpang jalan. Kalau tidak bisa memilih, penerbit buku akan terjun bebas.
Kedua, teknologi sangat berpengaruh terhadap perbukuan. Karena itu, memahami teknologi keharusan bagi anggota Ikapi.
Ketiga, Ikapi harus mempunyai generasi baru yang adaftif yang terhadap perkembangan zaman.
“Ketiga poin itu harus menjadi acuan untuk pengurus Ikapi Jabar 5 tahun kedepan,” ujar Mahpudi.
Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, berharap Musda Ikapi Jabar berjalan lancar.
“Semoga nanti akan terpilih yang terbaik untuk memimpin Ikapi Jabar. Masukan-masukan yang disampaikan dalam musda ini, menjadi acuan untuk mengembangkan Ikapi Jabar ke ke arah yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara Ketua Panitia Musda ke-18 Ikapi Jabar, Taofiq Rahman, mengatakan, forum tertinggi organisasi tingkat daerah ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan nakhoda baru bagi kepengurusan periode mendatang.
“Tak hanya itu, Musda juga dirancang sebagai ajang strategis bagi para penerbit di Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan industri kreatif digital serta meningkatkan kualitas literasi nasional,” kata Taofiq, di Bandung, Rabu, 4 Februari 2025.
Taofik menyebutkan, untuk agenda Pemilihan Ketua Ikapi Jabar Periode 2026-2031 pada Musda ke-18 ini, akan tampil 3 calon ketua.
“Ketiga calon ketua itu yakni Abdul Rauf, M. Partoyo, dan Undang Hidayat,” ucap Taofik. (des)***





