ZONALITERASI.ID – Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menggelar “Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi” pada Jumat, 4 Juli 2025, malam. Acara yang mengusung tema “Sawala Sastra: Meneguhkan Kejayaan Sastra melalui Majalah Sastra” ini berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Jalan Sumbawa 11 Bandung.
Acara ini jadi momen untuk penguatan komunikasi dan koordinasi dengan para sastrawan serta para pegiat literasi di Kota Bandung.
Pada kesempatan itu hadir Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.; Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum.; Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. Herawati, S.S., M.A.; Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad), Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum.; Guru Besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI), Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D.; mantan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Dr. Muh. Abdul. Khak, M.Hum., dan Kurator majalah SASTRAKITA, Tia Setiadi.
Selain itu juga hadir pegiat literasi dan sastrawan di Kota Bandung, seperti Jajang Priatna (MGMP SMA Jabar), guru pembimbing majalah SMPN 5 Cimahi, Eti R.S. (Komsas Yayasan Rancage), Dadan Sutisna (Komsas Yayasan Rancage), Rosyid E. Aby (Redaktur Sastra Pikiran Rakyat), dan Hikmat Gumelar (Redaktur Mangle).
Lalu, Matdon (Majelis Sastra Bandung), Nenden Lilis Aisyah (Sastrawan/Dosen FPBS UPI), Eriyandi Budiman (Komunitas Sastra Magma), Dian Herdiana (ASAS/Pengelola Buruan.Co), Tendi K. Somantri (Pegiat Literasi/Dosen Unpas), Moh. Syarif Hidayat (Sastrawan/BRIN), Aam Siti Aminah (FTBM Jabar), dan Dede Suherlan (Zonaliterasi.id).
Saat berbicara di depan peserta “Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi”, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan, sastra menjadi inspirasi dalam mengembangkan karakter siswa. Untuk itu, lanjutnya, harus ada ruang yang mewadahi kreativitas sastra mereka.
“Berlatar pemikiran itu Badan Bahasa menerbitkan majalah SASTRAKITA. Walaupun sebelumnya kami sudah menerbitkan majalah PUSAT, namun itu memiliki segmen tersendiri. Untuk majalah SASTRAKITA, akan diisi oleh guru dan siswa SD, SMP, SMA/SMK seluruh Indonesia. Majalah SASTRAKITA terbit perdana pada bulan Juli 2025,” kata Hafidz Muksin.
Kepala Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Imam Budi Utomo, mengatakan, tampilan majalah SASTRAKITA, tidak terlalu mewah tetapi tidak terlalu simple.
“Majalah SASTRAKITA ini nanti akan dibawa oleh Pak Mendikdasmen, Pak Wamendikdasmen, dan Pak Kepala Badan Bahasa saat keliling ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Selain itu, untuk mendistribusikan majalah ini, kami akan menggandeng MGMP SMP dan SMA se-Indonesia,” ujarnya.
Sementara Kurator majalah SASTRAKITA, Tia Setiadi, mengungkapkan, pemilihan SASTRAKITA sebagai nama majalah ini bertujuan agar pembaca mempunyai rasa memiliki terhadap majalah ini.
“Majalah SASTRAKITA terbit sebulan sekali, Kami siap menerima karya guru dan siswa dalam bentuk puisi, cerpen, dan essay. Kami pun menerima karya berbahasa daerah,” ucapnya.
Bengkel Sastra
Pada kesempatan sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan, ke depan, Badan Bahasa akan melibatkan sastrawan dan pegiat sastra di setiap provinsi dalam membimbing talenta muda (siswa) yang memiliki minat dalam bidang sastra.
“Badan Bahasa akan memilih talenta muda yang memiliki minat terhadap sastra di tiap provinsi untuk digembleng selama satu pekan dalam ‘Bengkel Sastra’. Untuk membimbing talenta muda ini, kami akan merekrut sastrawan/komunitas sastra,” ujar Muksin.
“Output dari ‘Bengkel Sastra’ ini, siswa diarahkan untuk menerbitkan buku antologi cerpen, puisi,” sambungnya.
Muksin menambahkan, Badan Bahasa akan bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen untuk menyelenggarakan lomba menulis cerpen dan puisi untuk siswa.
“Juara dari lomba ini, bisa dipertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” ucapnya.
Selain menjadi ajang diskusi terkait pengembangan sastra, “Temu Sastrawan dan Pegiat Literasi” juga dimeriahkan tampilan musikalisasi puisi oleh Adew Habtsa serta pembacaan puisi oleh sastrawan Mat Don dan Moh. Syarif Hidayat. (des)***





