Bedah Buku “Membangun Keluarga Jawa Barat”, Ketua IPKB Jabar: Referensi dan Bahan Diskusi Lintas Sektor

IMG 20260402 080233
Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat, Najip Hendra, saat berbicara dalam Bedah buku "Membangun Keluarga Jawa Barat", di Brunswick Café, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu, 1 April 2026, (Foto: Dok. Kemendukbangga/BKKBN Jabar).

ZONALITERASI.ID Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat, Najip Hendra, mengatakan, buku “Membangun Keluarga Jawa Barat” menjadi referensi sekaligus bahan diskusi lintas sektor. Hal tersebut dalam upaya memperkuat pembangunan keluarga dan kebijakan kependudukan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Buku ‘Membangun Keluarga Jawa Barat‘ merupakan kompilasi yang menghimpun gagasan para pakar dan praktisi ini akhirnya berhasil diterbitkan setelah melalui proses panjang pengumpulan naskah. Isi buku ini dibagi ke dalam lima rumpun utama, yakni kependudukan, pembangunan keluarga, administrasi kependudukan, peran media, serta isu stunting,” kata Najip, saat bedah buku “Membangun Keluarga Jawa Barat“, di Brunswick Café, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu, 1 April 2026, Rabu, 1 April 2026.

Najip mengungkapkan, ide penyusunan buku tersebut sebenarnya muncul sejak 2010-an atas dorongan sejumlah pihak, termasuk dari Yogyakarta.

Namun, gagasan tersebut baru terealisasi pada akhir 2025 setelah dilakukan penggalangan kontribusi tulisan dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan keluarga dan kependudukan.

“Awalnya, ditargetkan ada 20 sampai 25 naskah, tetapi yang terkumpul tidak sebanyak itu. Kami kemudian melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki perhatian terhadap isu ini untuk ikut menulis,” ujar Najip

“Buku tersebut akhirnya memuat 20 tulisan yang ditulis oleh 18 orang kontributor. Perbedaan jumlah tersebut terjadi karena ada penulis yang mengerjakan lebih dari satu naskah, serta ada tulisan yang disusun secara kolaboratif oleh dua orang,” sambungnya.

Najip menyebutkan, para kontributor berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga insan media.

Salah satu penulis yang memberikan kontribusi terbesar adalah Ferry Hadiyanto yang menulis hampir setengah dari total halaman buku bersama Prof. Tati Remy.

Selain itu, terdapat pula kontribusi dari dosen, perwakilan lembaga, serta praktisi di bidang keluarga berencana.

Kegiatan bedah buku “Membangun Keluarga Jawa Barat” dihadiri oleh berbagai mitra kerja, termasuk perwakilan dari kementerian, lembaga, serta organisasi terkait.

“Kami berharap bedah buku ini memberikan masukan terhadap pembangunan keluarga dan kebijakan kependudukan,” pungkas Najip. (des)***