Catatan Pensiunan 22: Aset Penting Pensiunan

683f9e8ad67bb kegiatan bareng teman salah satu cara menjaga kesehatan mental banyuwangi
Ilustrasi “Catatan Pensiunan 22: Aset Penting Pensiunan”, (Foto: Fixabay).

MASA pensiun adalah babak baru dalam kehidupan. Sebuah  petualangan, perjalanan dan kesempatan untuk menikmati waktu dengan cara berbeda. Namun, untuk menjalaninya dengan penuh makna, aset terpenting bukanlah kekayaan finansial atau harta melimpah, melainkan kesehatan  prima, kejernihan berpikir, ketangguhan mental-psikologis, dan spiritualitas yang kokoh. Aset-aset ini menjadi fondasi utama untuk menjalani hari-hari dengan semangat, optimisme, dan dan penuh kebahagiaan.

Kesehatan fisik adalah pilar utama bagi seorang pensiunan  bahkan bagi setiap orang. Tubuh yang sehat dan bugar memungkinkan seseorang untuk tetap aktif, menikmati hobi, travelling, dan  berkontribusi pada masyarakat. Tanpa kesehatan, aktivitas sehari-hari menjadi beban, dan impian menikmati masa pensiun pun sirna. Untuk menjaga kesehatan, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat antara lain konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin seperti jalan kaki atau senam ringan, serta tidur berkualitas. Pemeriksaan kesehatan berkala juga krusial untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan. Walaupun realitasnya, sangat sulit bagi siapapun.

Selain kesehatan fisik, kejernihan berpikir adalah aset tak ternilai. Pikiran yang jernih memungkinkan untuk tetap optimis, membuat keputusan bijak, dan menikmati kehidupan dengan perspektif positif. Untuk menjaga kejernihan pikiran, aktivitas seperti membaca, menulis, bermain catur, atau berdiskusi sangat membantu. Penting pula untuk menjauhkan diri dari stres berat dengan mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang positif. Pikiran yang jernih akan menghadirkan semangat hidup dan kemampuan untuk menghadapi tantangan.

Menjalani usia senja, tidak selalu mulus. Tantangan seperti perubahan peran sosial, kehilangan orang terdekat, atau kekhawatiran finansial bisa mengganggu keseimbangan emosional. Oleh karena itu, ketangguhan mental-psikologis menjadi aset signifikan. Ketangguhan ini dapat dibangun melalui kesadaran diri,  kontemplasi, membaca banyak referensi, konsultasi, dan perbaikan diri secara terus sehingga terbangun keseimbangan emosi. Dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Dengan ketangguhan psikologis, seorang pensiunan di usia senja  dapat menghadapi berbagai ujian hidup dengan tegar dan menjalani hari-hari dengan penuh gairah.

Last but not least, spiritualitas adalah pilar yang memberikan makna mendalam pada kehidupan. Keterhubungan dengan Mahapencipta atau nilai-nilai spiritual membantu seseorang menemukan kedamaian batin, kenyamanan, dan tujuan hidup yang bermakna.  Aktivitas seperti berdoa, ibadah di surau, atau mengikuti kegiatan keagamaan dapat memperkuat spiritualitas. Selain itu, spiritualitas mendorong sikap rendah hati, bersyukur,  ikhlas, dan kepasrahan pada ketentuan Mahapencipta yang semuanya berkontribusi pada kepuasan dan kebahagiaan. Dengan spiritualitas yang kokoh, di senja hari tidak hanya menikmati kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memasuki  keabadian.

Banyak orang berpikir bahwa kekayaan finansial-material adalah kunci kebahagiaan. Namun kenyataannya, harta bisa lenyap dalam seketika —akibat gaya hidup salah, ditipu orang atau kesalahan orang terdekat.

Karenanya, tanpa kesehatan, kejernihan pikiran, dan spiritualitas, kekayaan tidak akan membawa kebahagiaan. Sebaliknya, dengan menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual, orang dapat menikmati hidup dengan penuh makna, meski dengan sumber daya finansial sederhana.

Penutup

Masa pensiun adalah waktu untuk menikmati hasil jerih payah selama bertahun-tahun. Dengan menjadikan kesehatan, kejernihan berpikir, ketangguhan mental, dan spiritualitas sebagai prioritas, di usia senja kita dapat menjalani hari-hari dengan penuh gairah, optimisme, dan kenyamanan. Aset-aset ini tidak hanya menjamin kebahagiaan di dunia, tetapi juga mengantarkan kita untuk perjalanan di alam keabadian. Oleh karena itu, merawat tubuh, pikiran, mental-psikologis, serta spiritualitas sangatlah penting bagi setiap orang. Sejak dini dan setiap waktu. ***

Suheryana Bae, kolumnis, tinggal di Ciamis Jawa Barat.