Catatan Pensiunan 29: Pendidikan adalah Jalan Keberhasilan

pendidikan 570c39a98ffdfd510591b491
(Ilustrasi pendidikan: Mustafahorton.com)

Oleh Suheryana Bae

PENDIDIKAN telah menjadi fondasi keberhasilan manusia sejak zaman purba hingga era modern. Dari pengajaran sederhana di alam terbuka hingga sistem pendidikan formal yang canggih, pendidikan terus berevolusi, namun selalu menjadi kunci untuk meraih kesuksesan, baik dalam pemerintahan, penguasaan keterampilan, maupun peningkatan status sosial. Sepintas lalu kita akan menelusuri perjalanan pendidikan lintas zaman dan menggarisbawahi peran esensialnya dalam membentuk individu dan masyarakat.

Zaman Purba: Belajar dari Alam

Pada masa manusia purba, pendidikan tidak mengenal ruang kelas, buku teks, atau institusi formal. Proses pembelajaran berlangsung melalui pengalaman langsung dan pengamatan terhadap alam. Anak-anak belajar keterampilan dasar dan penting seperti berburu, mengumpulkan makanan, dan membuat alat sederhana dari batu atau kayu. Orang tua, tetua adat dan sesepuh berperan sebagai “guru” yang menurunkan pengetahuan melalui cerita lisan dan praktik langsung.

Pendidikan saat itu berfokus pada kelangsungan hidup yaitu mengenali jejak binatang, memahami pola musim, dan bertahan dari ancaman alam. Meski sederhana, pendekatan ini efektif mencetak individu yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang keras.

Zaman Pemburu-Pengumpul: Keterampilan Kolektif

Ketika manusia mulai hidup berkelompok sebagai pemburu-pengumpul, pendidikan menjadi lebih terstruktur, meskipun tetap bersifat informal. Keterampilan berburu diajarkan melalui kerja sama kelompok, seperti merancang strategi mengejar mangsa atau membaca tanda-tanda alam. Selain keterampilan teknis, nilai-nilai seperti keberanian, kerja sama, dan pembagian tugas menjadi bagian integral dari “kurikulum” tak tertulis. Pendidikan pada masa ini tidak hanya bertujuan menciptakan individu yang terampil, tetapi juga memperkuat ikatan sosial yang menjadi tulang punggung kelangsungan hidup komunitas.

Zaman Kerajaan: Pendidikan untuk Elit dan Rakyat

Pada era kerajaan, pendidikan mulai mencerminkan stratifikasi sosial. Di kalangan bangsawan, pendidikan mencakup seni, filsafat, strategi militer, dan tata cara pemerintahan, yang sering diajarkan oleh cendekiawan atau pendeta. Sebaliknya, rakyat kebanyakan mempelajari keterampilan praktis seperti pertanian, perdagangan, atau kerajinan, yang diturunkan melalui keluarga atau komunitas. Di beberapa peradaban, seperti Tiongkok kuno dengan sistem ujian ujian bagi pegawai atau kerajaan-kerajaan Islam dengan madrasah, pendidikan formal mulai muncul sebagai alat untuk menyeleksi pejabat pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk mobilitas sosial.

Zaman Modern: Pendidikan Formal dan Peluang Tak Terbatas

Di era modern, pendidikan formal menjadi pilar utama kesuksesan. Sistem sekolah dasar hingga perguruan tinggi membuka pintu menuju berbagai profesi terhormat, mulai dari pemerintahan, kewirausahaan, hingga bidang ilmiah. Gelar akademik seperti doktor atau profesor tidak hanya mencerminkan penguasaan ilmu, tetapi juga dedikasi terhadap pengetahuan. Namun, pendidikan modern tidak terbatas pada gelar. Keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi sama pentingnya. Selain itu, pendidikan nonformal—seperti kursus daring, pelatihan keterampilan, atau pembelajaran mandiri—telah memperluas akses ke pengetahuan, memungkinkan siapa saja meraih kesuksesan tanpa batasan geografis atau sosial -peluang inilah yang mestinya menjadi catatan penting kita sebagai orang kampung.

Pendidikan: Investasi Abadi

Dari zaman purba hingga era digital, pendidikan selalu menjadi jembatan menuju keberhasilan. Pendidikan membentuk individu yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh percaya diri. Bagi masyarakat awam, pesan ini jelas bahwa pendidikan, dalam bentuk apa pun, adalah investasi terbaik untuk masa depan. Langkah kecil seperti membaca buku, mengikuti kursus daring, atau mempraktikkan keterampilan baru setiap hari dapat mengubah hidup. Seperti yang telah dibuktikan selama berabad-abad, pendidikan adalah kunci untuk membuka potensi individu dan mendorong kemajuan dunia. ***

Suheryana Bae, kolumnis, tinggal di Ciamis, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *