ZONALITERASI.ID – Suasana meriah dan khidmat terlihat di SMAN 1 Telukjambe, Karawang, pada Rabu-Jumat, 25-27 Juni 2025.
Ya, meriah dan khidmatnya suasana wajar muncul. Sebab, di sekolah yang berlokasi di Jalan H.S. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang itu tengah digelar “Class Meeting Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026”.
Dalam acara yang mengusung spirit Pancawaluya (Pinter, Bageur, Bener, Cageur, jeung Singer) ini siswa SMAN 1 Telukjambe berkumpul untuk mengikuti beragam lomba edukatif dan permainan tradisional, seperti tarik tambang, bentengan, lempar sandal, hingga olahraga seperti futsal, basket, dan badminton.
Selain itu, dalam ajang ini siswa juga menampilkan kemahirannya dalam seni melalui band akustik dan tarian tradisional dari tim Sarasvati.
Perhelatan ini tak semata-mata untuk melibatkan siswa dalam perlombaan dan unjuk kabisa, namun acaranya pun dikemas secara kreatif dan edukatif.
“Tak hanya fokus pada capaian akademik, namun kami pun konsisten menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa. Acara Class Meeting ini merupakan salah satu upaya konkret dalam menanamkan nilai-nilai itu,” kata Kepala SMAN 1 Telukjambe, Dr. Lati Andriani, S.Pd., M.Pd., didampingi Pembina OSIS, Ilma Novelia Winata.
“Melalui acara Class Meeting, kami berupaya menanamkan nilai utama Pancawaluya kepada siswa. Tak hanya lomba, tetapi menjadi sarana membentuk generasi yang cerdas, beretika, sehat, tangguh, dan memiliki empati sosial,” sambungnya.
Lati mengungkapkan, Pancawaluya yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi pedoman dalam membentuk karakter siswa. Implementasi Pancawaluya menjadi bagian integral dari setiap kegiatan sekolah.
Melalui lomba dan pertunjukan seni, lanjut Lati, sekolah melatih siswa untuk menjadi “Pinter” dalam berpikir kreatif dan “Bageur” dalam berinteraksi sosial. Untuk itu, semua kegiatan dikemas dalam semangat kolaboratif, bukan hanya kompetitif.
Lalu, nilai “Bener” atau jujur dan disiplin tercermin dari keterlibatan seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir secara tertib. Panitia dari OSIS bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kelancaran jalannya acara dari awal hingga akhir.
Adapun untuk nilai “Singer” atau gesit dan cekatan tampak dari antusiasisme siswa dalam berbagai perlombaan.
Terakhir, nilai “Cageur” atau sehat juga menjadi perhatian sekolah. Kegiatan olahraga fisik dan permainan tradisional menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus sebagai pelepas stres pascaujian akhir semester. Tak hanya kesehatan jasmani, kesehatan mental siswa juga diperhatikan lewat atmosfer kegiatan yang menyenangkan dan penuh kekeluargaan.
“Selain hadiah dari pihak sekolah, para guru dan sponsor turut memberikan apresiasi kepada para pemenang. Ini menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan siswa,” ujar Lati.
Kegiatan Ekstrakurikuler
Lati menuturkan, tak hanya saat Class Meeting, nilai-nilai Pancawaluya juga ditanamkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tim Paskibra SMAN 1 Telukjambe yang telah meraih berbagai prestasi, di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional menjadi contoh nyata siswa berkarakter. Begitu pun tim tari Sarasvati yang membanggakan sekolah dengan prestasi di tingkat provinsi.
“Kami bangga memiliki siswa-siswi yang bukan hanya berprestasi, tapi juga menunjukkan sikap dan karakter Pancawaluya,” ungkapnya.
Lati berharap, semangat Pancawaluya dapat terus hidup dalam setiap aktivitas siswa, baik di dalam maupun luar kelas. Ia menandaskan, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan penguatan literasi dan numerasi.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara karakter. Pancawaluya menjadi fondasi kami dalam membentuk generasi muda yang siap menyongsong masa depan,” imbuhnya. ***





