ZONALITERASI.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) melahirkan Deklarasi Dasa Aratula Bandung 2025.
“Deklarasi ini menjadi kompas moral. Selain itu, komitmen untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi sebagai fondasi peradaban Indonesia yang unggul, adil, dan berdaulat,” kata Ketua ABPPTSI Jawa Barat, Dr. Ricky Agusiady, saat penutupan Rakernas III ABPPTSI, di Hotel Pullman, Bandung, Kamis, 17 Juli 2025.
Ricky menuturkan, Deklarasi Dasa Aratula Bandung 2025 berangkat dari semangat Dasa Sila Bandung 1955 sebagai tonggak dan solidaritas antarbangsa yang relevan hingga sekarang.
“Deklarasi Bandung jadi tonggak baru, didukung kedekatan ABPPTSI dengan pemerintah untuk memastikan dampak jangka panjang. Kami tak hanya bicara, tapi bergerak. PTS (Perguruan Tinggi Swasta) siap bersinar, di Indonesia maupun dunia,” ujar Ricky.
Ricky menjelaskan, PTS perlu mengambil peran lebih aktif dalam membentuk pemimpin, inovator, dan pelayan publik yang berdaya saing global, serta berkarakter dan berintegritas.
“Untuk itulah, diperlukan komitmen bersama melalui deklarasi nasional yang menegaskan nilai dasar dan arah transformasi bangsa,” tandasnya.
Berikut isi Deklarasi Dasa Aratula Bandung 2025.
Deklarasi Dasa Aratula Bandung 2025
Pertama, menjaga integritas akademik, keteladanan dan kepemimpinan berintegritas.
Kedua, kemandirian bangsa melalui riset dan inovasi.
Ketiga, menegaskan PTS sebagai pilar pendidikan nasional.
Keempat, kampus sebagai rumah kebhinekaan peradaban dan toleransi.
Kelima, memperkuat sinergi pentahelix, yaitu kampus, industri, pemerintah, komunitas, dan media.
Keenam, inklusivitas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan.
Ketujuh, regulasi yang adaptif dan inklusif.
Kedelapan, revolusi mental dan etos kerja yang tidak pragmatis dan koruptif.
Kesembilan, akselerasi transformasi pendidikan, digitalisasi, inovasi, dan ekosistem pendidikan 5.0.
Kesepuluh, keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan.
“Bukan sekadar dokumen, Deklarasi Bandung menjadi nyala semangat untuk mengerek PTS melalui kolaborasi tajam, akreditasi kokoh, dan sinergi lintas pemangku kepentingan,” tandas Ricky.
PTS dan PTN Bukan Musuh
Ricky mengungkapkan, Deklarasi Dasa Aratula Bandung 2025 menegaskan PTS dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan musuh, melainkan kawan seperjuangan.
“PTS menyokong 70 persen ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Kami bukan pelengkap, tapi pilar utama. Saatnya masyarakat, pembuat kebijakan, dan pemerintah daerah bergandengan tangan,” tegas Ricky.
Kata Ricky, dalam Rekernas Rakernas III ABPPTSI mengemuka tekad untuk menjadikan PTS setara PTN di panggung global. Kerja sama dengan Dongseo University, Busan, Korea Selatan, jadi bukti nyata.
“Kami bicara pertukaran pelajar, dosen, riset bersama, hingga peluang kerja di luar negeri. PTS harus go international, tak boleh kalah pamor,” ucapnya.
Akreditasi internasional, lanjut Ricky, adalah kunci untuk menancapkan bendera PTS di kancah dunia.
“Semangat kolaborasi dan fokus pada akreditasi menjanjikan masa depan cerah bagi PTS. Deklarasi Bandung bukan akhir, tapi awal perjuangan menuju Indonesia Emas,” katanya.
“PTS harus bergerak cepat mengejar akreditasi unggul untuk menarik mahasiswa dan memperkuat citra. Dengan perwakilan dari berbagai penjuru, termasuk Papua, Rakernas III ABPPTSI membuktikan PTS bukan pemain pinggiran,” pungkas Ricky. (des)***





