DPRD Pangandaran Minta Dinas Pariwisata Optimalkan Tourist Information Center

3792749899
Pasir Putih Pantai Pangandaran, (Foto: Tangkapan layar Instagram).

ZONALITERASI.ID – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, meminta Dinas Pariwisata mengoptimalkan kembali peran Tourist Information Center (TIC) sebagai pusat informasi utama bagi wisatawan.

Kata dia, posisi ITC sangat penting dalam penguatan sistem informasi wisata yang profesional dan mampu menjangkau wisatawan mancanegara.

“Sebagai leading sector, keberadaan TIC harus mampu menyediakan informasi yang lengkap dan terpercaya. Dalam pelaksanaannya, diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai lembaga kepariwisataan, seperti HPI, Balawista, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” kata Asep, dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 4 April 2026.

“Kita punya SDM yang mumpuni di lapangan. Jika TIC dioptimalkan dan seluruh lembaga dilibatkan, maka arus informasi akan menjadi lebih komplit. Informasi yang jelas adalah kunci kenyamanan wisatawan selama berada di Pangandaran,” sambungnya.

Asep juga menandaskan pentingnya penyediaan informasi yang akurat, mudah diakses, serta disajikan dalam berbagai bahasa, khususnya bahasa Inggris. Ini untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan di seluruh destinasi wisata.

“Informasi ini menjadi hal yang sangat utama, baik bagi pengunjung maupun pelaku desa pariwisata. Begitu masuk Pangandaran, mereka idealnya sudah mendapatkan seluruh informasi yang ada, mulai dari layout destinasi, aturan apa yang boleh dan tidak boleh, hingga informasi parkir dan tiket,” ucapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Asep mendorong peran aktif Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Pangandaran agar lebih eksis di lapangan. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah penyampaian informasi melalui rekaman suara berbahasa Inggris, sehingga dapat membantu wisatawan asing memahami kondisi di lokasi wisata.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pelayanan di sejumlah objek wisata unggulan, seperti Pantai Pangandaran, Batu Karas, dan Karapyak.

“Informasi yang disampaikan mencakup kondisi lalu lintas, penanganan sampah, hingga imbauan keselamatan dari Balawista. Kita ingin informasi ini menjadi guidance atau panduan bagi wisatawan. Dengan pola komunikasi yang profesional dan multibahasa, citra Pangandaran sebagai destinasi mendunia akan semakin kuat,” pungkas Asep. ***