ZONALITERASI.ID – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mendapat anugerah gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nasional (Unas), pada Rabu, 11 Februari 2026.
Penganugerahan ini diberikan atas kontribusi Fadli Zon dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Penganugerahan Profesor Kehormatan Universitas Nasional kepada Saudara Fadli Zon merupakan pengakuan akademik yang objektif dan sepenuhnya sejalan dengan tradisi Universitas Nasional,” kata Rektor Unas, El Amry Benawi Putera, Rabu, dikutip dari detikNews.
El Amry menjelaskan, Fadli Zon memiliki rekam jejak akademik, karya intelektual, serta pengabdian kebudayaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Unas memutuskan untuk memberi Profesor Kehormatan kepada Fadli Zon.
“Saudara Fadli Zon memenuhi kriteria sebagai Profesor Kehormatan Universitas Nasional,” ujarnya.
El Amry menyebutkan, Fadli Zon memiliki kontribusi yang relevan dengan misi Universitas Nasional.
Kata dia, Fadli Zon juga telah mengembangkan rumah budaya dan museum di Indonesia.
“Secara konkret, saudara Fadli Zon telah mendirikan dan mengembangkan berbagai museum dan rumah budaya, antara lain Museum Pusaka, Museum Keramik Nusantara, Museum Wayang, Fadli Zon Library, serta berbagai rumah budaya lainnya,” ujarnya.
Profil Fadli Zon
Fadli Zon adalah seorang politikus dan mantan aktivis Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Indonesia. Sebelumnya, dia juga dikenal sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.
Fadli menempuh pendidikan di program studi Sastra Rusia, FIB UI. Semasa kuliah ia aktif di berbagai organisasi hingga membuatnya dikenal sebagai aktivis karena kerap memimpin demonstrasi.
Usai menyelesaikan studi S1, Fadli Zon melanjutkan kuliah S2 di London School of Economics and Political Science (LSE) tahun 2022 dan program S3 dari Departemen Sejarah FIB UI tahun 2016.
Fadli Zon memiliki berbagai penghargaan. Termasuk penghargaan yang diberikan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), berikut daftarnya:
Penghargaan Umum
– Datuk Bijo Dirajo Nan Kuning, penghulu adat Nagari Tigo Batur, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
– Tuanku Muda Pujangga Diraja, dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau, 2009.
Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Juni 2011.
– Kanjeng Pangeran Aryo Kusumoyudho, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Februari 2012.
– Bhakti Karya Nusantara 2016, dari Penglisir Djelantik, Bali, 5 Maret 2016.
– Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, Bali, 30 Maret 2018.
– Penghargaan AIPA Distinguished Service Award dari ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA)
– Penghargaan Champion of Corruption Awards dari The African Parliamentarians Network Against Corruption (APNAC), 2019.
– Tanda kehormatan Bintang Mahaputera Naraya tahun 2020.
Penghargaan MURI
– Kolektor Color Proof Prangko Seri 25 Tahun Queen Wilhelmina Terlengkap
– Kolektor Prangko Label/Stiker Terpanjang
– Kolektor Cap Sampul Hari Pertama Terbanyak
– Kolektor Wayang Nusantara Terlengkap dan Terbanyak
– Insan Indonesia Pertama yang menjabat Ketua Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC)
– Pemrakarsa Konferensi Indonesia-Pacific
– Parlaimentary Partnership (IPPP)
– Pemrakarsa Perlombaan Panjat Bambu Betung di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut dimulai tahun 2015-2019
– Pemrakarsa Pameran Seni Rupa ‘Kepada Republik’ di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut
– Perpustakaan pribadi dengan koleksi keris terbanyak
– Perpustakaan pribadi dengan koleksi koran tua terbanyak
– Perpustakaan pribadi dengan koleksi perangko terbanyak
(des)***





