ZONALITERASI.ID – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pangandaran, Tata Sutari, menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III, di Petak 19B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisaladah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pangandaran, Rabu, 9 Juli 2025.
Kegiatan ini digelar oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis bekerja sama dengan Polres Pangandaran.
Tata Sutari menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis antarinstansi dalam mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan seperti ini sangat positif, lanjutnya, tidak hanya sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga mempererat hubungan antarlembaga dan masyarakat.
“Kami dari DPRD siap memberikan dukungan dari sisi regulasi maupun anggaran agar kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut,” ujar Tata.
Ia menambahkan, kegiatan penanaman jagung serentak ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi petani dan masyarakat di sekitar hutan untuk terus aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi nyata antara aparat pemerintah, masyarakat, dan sektor kehutanan demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran,” ucap Tata.
Administratur/KKPH Ciamis, Deden Yogi Nugraha, menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor sekaligus semangat bersama untuk menyukseskan program swasembada pangan. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan kawasan hutan secara bijak melalui sistem tumpang sari.
“Perhutani Ciamis akan terus mendukung program ketahanan pangan dengan menyediakan lahan yang dapat dikerjasamakan melalui sistem tumpang sari oleh masyarakat dan LMDH di sekitar hutan,” ucapnya.
Sementara Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah nyata yang dilakukan Perhutani KPH Ciamis dalam mendukung Asta Cita swasembada pangan. Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
“Program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan berbasis lokal ini bertujuan meningkatkan produktivitas jagung dan memberdayakan kelompok tani setempat. Penanaman di kawasan hutan Perhutani ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan,” jelasnya. ***





