ZONALITERASI.ID – Area Kota Baru The Food Market, Bala Pare, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, terlihat semarak dengan beragam acara literasi, mulai 11 sampai 17 Februari 2026.
Namun, tak seperti kegiatan literasi pada umumnya, perhelatan kali ini, terlihat unik. Dalam acara bertajuk “Hajatan Durenkeun” ini, kegiatan literasi dibalut dalam nuansa kuliner.
“Hajatan Durenkeun merupakan upaya mengangkat potensi kuliner lokal yang digemari masyarakat dengan balutan literasi. Acara dikemas dengan memadukan kuliner lokal Jawa Barat dan literasi,” ungkap inisiator acara, Eriyandi Budiman dan Wildan Awaludin, di sela kegiatan, Minggu, 15 Februari 2026.
Acara literasi yang disuguhkan dalam event “Hajatan Durenkeun” di antaranya Bursa Buku, Solusi Literasi Pedesaan bersama Dadang A. Sapardan – Herdi Si Layung, dan diskusi Pengolahan Sampah Lingkungan.
Lalu, ada diskusi bertajuk Mendongeng sebagai Media Pembentukan Karakter Anak. Tampil sebagai pembahas pendongeng nasional dan Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bandung, Ida Susanti.
Selain itu, ada musisi Adew Habsta yang membawakan musikalisasi puisi Durian Runtuh di Hati, sajian musik pop band Defaldo, penampilan Nasyid Marjan Voice, dan pendakwah Gus Rofik.
Antologi Puisi dan Kumpulan Cerpen
Salah satu acara yang menarik perhatian pengunjung Hajatan Durenkeun yaitu diskusi antologi puisi Telah Tengah Malam dengan pembahas penyair Syarief Hidayat dari BRIN dan penyair Ujianto Sadewa. Buku ini berisi puisi karya sejumlah penyair Garut Selatan.
Kehadiran buku ini menjadi penting karena menjadi dokumen sejarah sastra dan karya puisi yang menampilkan nilai-nilai lokalitas Garut Kidul.
Buku lain yang dibahas adalah kumpulan cerpen Sungai Yang Mengalir ke Belakang, karya Resna J. Nurkirana, sastrawan dan guru SMPN 5 Kota Cimahi.
Tampil sebagai pembahas, editor buku buruan.co, Adhimas Prasetyo. Keduanya pernah tergabung di ASAS (Arena Studi dan Apresiasi Sastra) UPI Bandung.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Semuanya berkat dukungan dan kolaborasi panitia dengan sejumlah kalangan seperti penerbit Mizan, The Food Market Kotabaru Parahyangan, KBB, ESD, Indonet, dan Zonaliterasi.id sebagai media pendukung,” pungkas Eriyandi. (des)***





