Harmoni Bambu Pasundan, Gandeng Siswa Sekolah Menengah dalam Workshop dan Lomba Menulis Artikel Kearifan Lokal

IMG 20260410 WA0047 1
Camat Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Dadang A. Sapardan, saat berbicara dalam pertemuan teknik "Workshop dan Lomba Menulis Artikel/Opini tentang Kearifan Lokal", di Pendopo Kecamatan, Jumat, 10 April 2026, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID “Workshop dan Lomba Menulis Artikel/Opini tentang Kearifan Lokal” menjadi salah satu materi dalam acara bertajuk “Harmoni Bambu Pasundan”, yang akan digelar di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 18 April 2026.

Perhelatan “Harmoni Bambu Pasundan” sendiri terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan dengan komunitas penggiat literasi budaya.

“‘Workshop dan Lomba Menulis Artikel/Opini tentang Kearifan Lokal’ akan diikuti oleh siswa SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang ada di Cikalongwetan. Mereka harus mengeksplor kearifan lokal yang dituangkan dalam tulisan berbentuk artikel dan opini,” kata Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, saat pertemuan teknik “Workshop dan Lomba Menulis Artikel/Opini tentang Kearifan Lokal”, di Pendopo Kecamatan, Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh guru SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan pengurus organisasi di Cikalongwetan.

Menurut Dadang, berbagai karya tulis siswa yang lolos kurasi dari tim juri akan didokumentasikan dalam bentuk buku kompilasi. Tentunya, buku dimaksud akan dibagikan kepada para siswa yang tulisannya dimuat.

“Upaya ini menjadi stimulus bagi siswa untuk menguatkan literasi,” tandas Dadang.

Pada kesempatan sama, Eriyandi Budiman, salah satu narasumber dan tim juri kegiatan tersebut mengungkapkan, di berbagai wilayah tidak sedikit kearifan lokal yang belum diangkat ke permukaan.

“Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk mengangkat dan mendokumentasikan berbagai kearifan lokal di Cikalongwetan,” ungkapnya.

Tentang “Harmoni Bambu Pasundan”

Dadang menuturkan, penyelenggaraan “Harmoni Bambu Pasundan” berlatar pemikiran, setiap warga dan pemangku kepentingan memiliki kewajiban moral untuk mengangkat kearifan lokal yang berkembang di wilayah masing-masing.

Kata dia, langkah yang bisa dilakukan dalam mengangkat kearifan lokal ini di antaranya yaitu menggandeng generasi muda.

Dalam kegiatan ini, generasi muda bisa mengeksplorasi berbagai kearifan lokal yang berada di daerah tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah, kita bekerja sama dengan komunitas penggiat literasi budaya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas dalam tajuk ‘Harmoni Bambu Pasundan’,” ucap Dadang. (des) ***