ZONALITERASI.ID – Kementerian Agama (Kemenag) RI merilis daftar 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan capaian skor Science and Technology Index (SINTA) tertinggi tahun 2025. Hasilnya, peringkat pertama ditempati UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam pemeringkatan ini, UIN Sunan Kalijaga mencatat skor SINTA tiga tahun (3th) sebesar 450.114, dengan total skor keseluruhan (overall) mencapai 805.337.
Di posisi kedua, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membukukan skor SINTA 3th sebesar 436.563 dan skor overall 699.787. Sementara peringkat ketiga ditempati UIN Sumatera Utara dengan skor 3th mencapai 252.924 dan overall 380.369.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan skor SINTA mencerminkan semakin kuatnya budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi dosen, peneliti, serta mahasiswa. Kemenag melalui Diktis terus mendorong penguatan riset lewat pendampingan publikasi, insentif penulisan artikel ilmiah, hingga penguatan jurnal terakreditasi SINTA,” ujar Sahiron, dalam keterangannya, dilansir dari laman Pendis Kemenag, Kamis, 8 Januari 2026.
Prof. Sahiron menegaskan, skor SINTA bukan sekadar angka administratif, melainkan indikator penting dalam mengukur daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun global.
“Dengan capaian ini, PTKI diharapkan semakin percaya diri memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan riset keislaman dan multidisipliner yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” imbuhnya.
Daftar 10 besar PTKIN versi SINTA 2025 juga mencatat dinamika menarik. IAIN Parepare berhasil menembus posisi 10 besar. Itu menunjukkan, geliat riset dan publikasi ilmiah tidak lagi terpusat di kampus-kampus besar saja, tetapi mulai merata hingga ke daerah.
Selain tiga besar, jajaran 10 PTKIN terbaik lainnya diisi oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Raden Intan Lampung, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan UIN Raden Fatah Palembang.
“Kami berharap, hasil pemeringkatan SINTA 2025 ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh PTKI untuk terus meningkatkan kualitas dan dampak penelitian, sekaligus memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” pungkas Prof. Sahiron.
10 PTKIN Terbaik versi SINTA 2025
1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta – Skor 3th 450.114 | Overall 805.337
2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Skor 3th 436.563 | Overall 699.787
3. UIN Sumatera Utara – Skor 3th 252.924 | Overall 380.369
4. UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Skor 3th 229.046 | Overall 531.670
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – Skor 3th 149.549 | Overall 286.076
6. UIN Sunan Ampel Surabaya – Skor 3th 94.635 | Overall 201.288
7. UIN Raden Intan Lampung – Skor 3th 91.496 | Overall 189.839
8. UIN Ar-Raniry Banda Aceh – Skor 3th 81.706 | Overall 183.473
9. UIN Raden Fatah Palembang – Skor 3th 76.106 | Overall 139.707
10. IAIN Parepare – Skor 3th 62.949 | Overall 99.454
Parameter Penentuan Peringkat PTKIN Terbaik versi SINTA
Sebagai informasi, parameter penentuan peringkat PTKIN terbaik versi Science and Technology Index (SINTA) didasarkan pada skor SINTA kumulatif yang mencakup kinerja publikasi ilmiah dan penelitian dari seluruh sivitas akademika (dosen dan peneliti) di institusi tersebut.
Mengutip laman SINTA, faktor-faktor utama yang dipertimbangkan dalam perhitungan skor SINTA institusi meliputi:
– Jumlah Publikasi Ilmiah: Total artikel yang diterbitkan oleh dosen dan peneliti di PTKIN yang terindeks dalam database SINTA.
– Kualitas Jurnal: Peringkat akreditasi jurnal tempat publikasi dimuat (SINTA 1 hingga SINTA 6, dengan SINTA 1 sebagai yang tertinggi). Publikasi di jurnal internasional bereputasi (seperti Scopus atau Web of Science) juga memberikan bobot poin yang signifikan.
– Kutipan (Sitasi): Jumlah total sitasi atau kutipan yang diterima oleh publikasi-publikasi tersebut dari peneliti lain. Semakin banyak sitasi, semakin tinggi dampaknya, dan semakin baik skornya.
– Kinerja Penulis/Dosen: Peringkat institusi juga dipengaruhi oleh jumlah dan kinerja masing-masing penulis atau dosen di dalamnya, termasuk h-index dan jumlah publikasi mereka secara individu.
– Afiliasi Institusi: Konsistensi dalam mencantumkan afiliasi institusi yang benar pada setiap publikasi untuk memastikan skor terhitung secara akurat.
– Usia Publikasi: SINTA menghitung skor berdasarkan total keseluruhan (overall) dan juga skor dalam 3 tahun terakhir (3yr score) untuk menunjukkan kinerja terkini institusi.
(des)***





