ZONALITERASI.ID – Istilah skripsi, tesis, dan disertasi terdengar familier di telinga mahasiswa. Sekilas ketiganya tampak serupa, yaitu dokumen tertulis yang dibuat mahasiswa sesuai kaidah penulisan baku, sistematis, dan memakai metode ilmiah.
Kemudian, tugas akhir tersebut dipertanggungjawabkan di hadapan penguji dan dosen pembimbing.
Namun, skripsi, tesis, dan disertasi adalah tiga jenis tugas akhir yang berbeda. Bukan sekadar jenjang pendidikan, namun juga mencakup kualitas isi dokumen tertulis tersebut.
Melansir laman Kemdikti Saintek, berikut penjelasan mengenai perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi berdasarkan tingkat pendidikan dan karakteristiknya.
Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi
1. Skripsi: Karya Ilmiah untuk Program Sarjana (S1)
Skripsi adalah karya ilmiah yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S1. Skripsi biasanya ditulis oleh mahasiswa pada akhir masa studi mereka.
Dalam skripsi, topik yang diangkat umumnya bersifat dasar atau pengembangan dari teori-teori yang sudah ada, dengan tujuan membuktikan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan yang telah dipelajari.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan jika skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya.
Penulisan skripsi biasanya memuat tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan saran. Skripsi diharapkan dapat menghasilkan analisis yang sederhana dan terbatas pada lingkup studi yang diambil oleh mahasiswa.
2. Tesis: Karya Ilmiah untuk Program Magister (S2)
Tesis merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program Magister (S2) sebagai syarat kelulusan. Berbeda dengan skripsi, tesis memiliki cakupan penelitian yang lebih luas dan mendalam. Penulisan tesis menuntut mahasiswa untuk menghasilkan kajian yang lebih kompleks dan mendalam terhadap sebuah topik.
Hal ini menunjukkan bahwa tesis memiliki nilai akademik yang lebih tinggi dibandingkan skripsi, karena membutuhkan analisis yang lebih kritis serta penyusunan argumen yang lebih kuat.
3. Disertasi: Karya Ilmiah untuk Program Doktoral (S3)
Disertasi merupakan karya ilmiah yang harus disusun oleh mahasiswa program Doktoral (S3).
Disertasi memiliki level kesulitan yang paling tinggi dibandingkan dengan skripsi dan tesis, karena mahasiswa diharapkan mampu menemukan atau mengembangkan teori baru dalam bidang studinya.
Disertasi juga harus bisa berdampak pada masyarakat, bangsa, dan negara.
Demikian penjelasan perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi. Setiap jenjang memiliki klasifikasinya masing-masing. Semoga bermanfaat. ***





