ZONALITERASI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengusulkan untuk menambah program studi (prodi) perpustakaan di perguruan tinggi. Langkah itu untuk mengatasi masih kurangnya tenaga pustakawan saat ini.
Sebagai informasi, hingga saat ini terdapat sekitar 164 ribu unit perpustakaan di Indonesia. Seluruhnya tersebar menjadi perpustakaan pusat, sekolah, desa, dan lainnya.
“Di tengah kemajuan teknologi, keberadaan pustakawan justru bak menjadi aktor yang tidak tersorot. Jumlahnya tidaklah banyak. Pustakawan adalah sosok yang bekerja di tengah sunyi. Bekerja di perpustakaan itu memang profesi yang tidak terkenal dan nyaris tanpa publikasi,” kata Mu’ti, dikutip dari detikEdu, Sabtu, 12 Juli 2025.
Menurut Mu’ti, untuk merealisasikan penambahan prodi perpustakaan di jenjang pendidikan tinggi, ia akan berbicara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.
“Mudah-mudahan kedepan sarjana perpustakaan bisa meningkat. Karena sekarang ini kan sangat sedikit prodi perpustakaan di perguruan tinggi itu,” katanya.
Selanjutnya Mu’ti menyatakan, langkah lain untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada pustakawan, yaitu adanya proses pengangkatan pustakawan sebagai bagian dari tenaga kependidikan.
“Ada formasinya disediakan, karena itu di kami, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dulu punya balai guru penggerak yang hanya mengurusi guru penggerak saja. Sekarang, kami ubah namanya menjadi balai guru dan tenaga kependidikan,” katanya.
“Di balai tersebut, seluruh kompetensi guru dan tenaga kependidikan termasuk pustakawan akan ditingkatkan serta diberdayakan. Bukan hanya guru,” sambung Mu’ti.
Kata Mu’ti, Kemendikdasmen juga akan melakukan pelatihan pada guru yang ditugaskan sebagai pustakawan di sekolah. Upaya ini akan dilakukan lewat kerja sama dengan Perpustakaan Nasional atau Ikatan Pustakawan Indonesia.
“Sekarang ini kan pustakawan di sekolah itu biasanya guru yang diberikan tugas tertentu. Tetapi, guru ini harus dilatih. Nah nanti tinggal format pelatihannya (dibuat), apakah dalam bentuk misalnya pelatihan singkat, pustakawan tingkat dasar,” ungkap Mu’ti.
Mu’ti menambahkan, Kemendikdasmen juga akan menambah koleksi perpustakaan di sekolah. Bukan hanya buku teks, tambahan ini rencananya juga koleksi nonteks. Ia berharap, dengan bertambahnya buku, pengembangan literasi dan kreativitas murid sekolah bisa meningkat.
“Upaya kita untuk menambah koleksi di perpustakaan sekolah terus kita tingkatkan sehingga buku-buku yang ada di sekolah tidak hanya buku teks yang berkaitan dengan mata pelajaran,” tuturnya.
“Tapi, juga buku-buku nonteks yang itu bisa menjadi bagian dari pengayaan, sekaligus juga bagian dari pengembangan literasi dan kreativitas di kalangan anak-anak sekolah di seluruh Tanah Air,” imbuh Mu’ti. (haf)***





