Kemenag Tetapkan 12 Madrasah Jadi Percontohan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta

t 67a3e385b91ae
Kemenag melalui Direktorat KSKK Madrasah, menetapkan 12 madrasah di seluruh Indonesia sebagai sekolah percontohan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. (Ilustrasi: Media Indonesia)

ZONALITERASI.ID – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, menetapkan 12 madrasah di seluruh Indonesia sebagai sekolah percontohan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Rencananya, Kurikulum Berbasis Cinta akan diterapkan mulai tahun ajaran 2025/2025.

“Penunjukkan 12 madrasah di seluruh Indonesia jadi sekolah percontohan dalam mengimplementasian KBC tertuang dalam Surat Tugas Nomor 79/Dt.I.I/04/2025. Surat tugas ini telah resmi saya tanda tangani pada 25 April 2025,” kata Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, dilansir dari laman Pendis Kemenag, Jumat, 16 Mei 2025.

Lanjut Nyanyu, Kurikulum Berbasis Cinta akan berlaku di seluruh jenjang baik Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Adapun daftar 12 madrasah yang akan jadi sekolah percontohan Kurikulum Berbasis Cinta yakni:

1. RA Istiqlal Jakarta – DKI Jakarta
2. RA Bunayya – DI Yogyakarta
3. RA Alfatih Palembang – Sumatera Selatan
4. MIN 2 Kota Tangerang Selatan – Banten
5. MIN 2 Kota Makassar – Sulawesi Selatan
6. MIN 3 Jembrana – Bali
7. MTsN 3 Malang – Jawa Timur
8. MTsN 3 Kota Jambi – Jambi
9. MTsN 1 Kota Semarang – Jawa Tengah
10. MAN IC Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan
11. MAN 2 Kota Bandung – Jawa Barat
12. MAS KMI Diniyah Putri Padang Panjang – Sumatera Barat

Pembelajaran Lebih Humanis

Nyanyu menjelaskan, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan agar pembelajaran di madrasah lebih humanis dan berbasis nilai-nilai kasih sayang.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah komitmen besar Kemenag untuk menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global. Tetapi bukan hanya kemampuan akademiknya, lulusan madrasah diharapkan jadi sosok yang membumi, memiliki nilai-nilai kemanusiaan, dan spiritualitas,” katanya.

Menurut Nyayu, Kurikulum Berbasis Cinta bukan kurikulum biasa. Tetapi kurikulum yang berorientasi pada karakter, kemanusiaan, dan kasih sayang.

“Ini bukan hanya soal kurikulum, tetapi gerakan pendidikan berbasis cinta, empati, dan kemanusiaan yang nyata. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan dan penuh nilai,” ujarnya.

Tugas Madrasah Percontohan Kurikulum Berbasis Cinta

Nyanyu menjelaskan, madrasah percontohan akan bertanggung jawab dalam mendukung keberhasilan pengimplementasian Kurikulum Berbasis Cinta. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta akan hadir di seluruh kegiatan belajar mengajar.

Seperti menyiapkan dokumen, perencanaan pembelajaran, asesmen, dan pelaporan yang berlandaskan nilai kasih sayang. Madrasah juga diminta untuk mendokumentasikan praktik baik yang muncul selama pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta.

Selain itu, madrasah juga diwajibkan untuk melaporkan pelaksanaan program kepada Direktorat KSKK Madrasah. Laporan bisa disampaikan melalui Kemenag Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masing-masing.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya mencerdaskan siswa. Tetapi juga mampu menumbuhkan karakter baik bagi peserta didik. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menghangatkan dan menumbuhkan karakter anak didik sebagai insan rahmatan lil alamin,” pungkas Nyayu. ***