ZONALITERASI.ID – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno, menyebutkan, hasil awal Asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) menunjukkan tingkat kemahiran baca Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sejumlah daerah masih rendah.
“Di DKI Jakarta, guru PAI yang berada pada kategori mahir baru sekitar 13 persen. Bahkan, masih terdapat sekitar 57 persen guru yang berada pada level dasar. Ini tentu menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Amien, Rabu, 17 Desember 2025, dilansir dari laman Kemenag.
Sebagai informasi, Kemenag menyelenggarakan Asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) sebagai bagian dari upaya pemetaan dan peningkatan mutu kemampuan baca Al-Qur’an guru PAI di sekolah umum, mulai 27 Mei hingga 29 November 2025. Asesmen ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta sebagai mitra pelaksana dan asesor, serta didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Amien menuturkan, masih rendahnya tingkat kemahiran baca Al-Qur’an guru PAI di sejumlah daerah berimplikasi langsung pada kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah, sehingga diperlukan intervensi berkelanjutan.
“Ketika guru membutuhkan penguatan, maka anak didik juga memerlukan perhatian khusus. Ini menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki ekosistem pendidikan Al-Qur’an,” tambahnya.
Pemetaan Kemampuan Baca Al-Qur’an
Menurut Amien, asesmen TBQ dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan lintas kementerian, khususnya dari Bappenas, yang menilai pentingnya pemetaan kemampuan baca Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.
“Asesmen ini kami lakukan untuk memperoleh gambaran objektif kemampuan baca Al-Qur’an guru PAI. Data ini penting sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan agama,”
Wakil Rektor PTIQ Jakarta, Made Saihu, menjelaskan, asesmen TBQ dilaksanakan selama kurang lebih tujuh bulan, mulai 27 Mei hingga 29 November 2025, dengan memanfaatkan platform digital.
“Asesmen dilakukan menggunakan aplikasi CINTAKU atau Cinta Tartil Al-Qur’an, dilaksanakan secara daring melalui video conference, sehingga proses penilaian lebih objektif dan aman,” jelas Made Saihu.
Ia menyebutkan, dari total 252.412 guru PAI secara nasional, sebanyak 107.241 guru atau sekitar 42,49 persen telah mengikuti asesmen, dengan cakupan wilayah sementara di Pulau Jawa.
“Hasilnya menunjukkan mayoritas guru masih berada pada level Pratama. Ini menjadi indikator kuat perlunya program peningkatan kompetensi secara sistematis,” ujarnya.
Ketua Lembaga Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an (LTTQ) PTIQ Jakarta, Abdurrahim Hasan, menjelaskan, asesmen TBQ menggunakan instrumen penilaian yang ketat dan terukur.
“Kami menggunakan empat instrumen utama, yaitu makharijul huruf, sifatul huruf, ahkamul huruf, serta ahkamul mad dan qashr, dengan total nilai 100,” terang Abdurrahim.
Ia menambahkan, metode penilaian menggunakan sistem pengurangan nilai, dengan kesalahan makharijul huruf dinilai paling fatal karena berpotensi mengubah makna.
“Asesor kami adalah para praktisi dan juara nasional maupun internasional di bidang tilawah. Dengan demikian, validitas dan reliabilitas asesmen ini dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menurut Abdurrahim, asesmen ini tidak dimaksudkan untuk memberi label negatif kepada guru, melainkan sebagai sarana refleksi dan perbaikan.
“Banyak guru yang justru baru menyadari aspek teknis bacaannya perlu diperbaiki setelah mengikuti asesmen. Ini adalah titik awal untuk peningkatan kualitas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag menegaskan komitmen untuk terus memperkuat mutu pendidikan Al-Qur’an di sekolah umum. Hasil asesmen TBQ akan menjadi dasar penyusunan program penguatan kompetensi guru melalui pelatihan, diklat, dan kerja sama lintas kementerian serta pemerintah daerah.
Hasil Asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) per Provinsi
Hasil Asesmen diklasifikasi menjadi 3 kategori: Tingkat Pratama, Tingkat Menengah, dan Tingkat Mahir. Hasil asesmen menunjukkan variasi tingkat kemampuan baca Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di masing-masing daerah.
Provinsi Banten
Di Provinsi Banten, sebanyak 8.120 guru PAI telah mengikuti asesmen TBQ.
Hasilnya menunjukkan:
Level Mahir: 12,22 persen
Level Menengah: 27,13 persen
Level Pratama: 60,65 persen
Provinsi DK Jakarta
Asesmen diikuti oleh 4.135 guru PAI dengan tingkat partisipasi mencapai 78,2 persen. Adapun hasilnya:
Level Mahir: 12,5 persen
Level Menengah: 30,69 persen
Level Pratama: sekitar 56 persen
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah peserta asesmen terbesar, yaitu 35.225 guru PAI, dengan tingkat partisipasi mencapai 88,47 persen.
Hasil asesmen menunjukkan:
Level Mahir: 9,2 persen
Level Menengah: 22,21 persen
Level Pratama: 68,59 persen
Provinsi Jawa Tengah
Asesmen diikuti oleh 28.388 guru PAI dengan tingkat partisipasi sebesar 94,57 persen. Hasilnya:
Level Mahir: 15,67 persen
Level Menengah: 30,28 persen
Level Pratama: 54,06 persen
DI Yogyakarta
Sebanyak 2.955 guru PAI di DI Yogyakarta telah mengikuti asesmen TBQ, dengan tingkat partisipasi 89,03 persen. Hasil asesmen menunjukkan:
Level Mahir: 11,88 persen
Level Menengah: 26,6 persen
Level Pratama: 61,52 persen
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur mencatat hasil terbaik dalam kategori Mahir. Dari 28.416 guru PAI yang mengikuti asesmen dengan tingkat partisipasi 89,72 persen, diperoleh hasil:
Level Mahir: 17,36 persen
Level Menengah: 30,62 persen
Level Pratama: 52,02 persen
Secara keseluruhan, hasil asesmen TBQ di enam provinsi menunjukkan:
Level Mahir: ±13,5 persen
Level Menengah: ±27,39 persen
Level Pratama: ±59,1 persen
***





