ZONALITERASI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikasmen) resmi meluncurkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan menengah pada Kamis, 7 Agustus 2025. Dalam uji coba kali ini, pelaksanaan PJJ akan diadakan di Sekolah Indonesia, Kota Kinabalu, Malaysia.
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan, keunggulan Pendidikan Jarak Jauh ada pada fleksibilitasnya. Siswa bisa belajar dari berbagai sumber yang mudah diakses secara online.
“Berbagai sumber belajar tidak hanya berasal dari materi-materi yang tertulis, written learning resources. Tetapi juga online learning resources,” ujarnya dalam Peluncuran Uji Terap Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah disiarkan pada Youtube Kemdikdasmen, Kamis, 7 Agustus 2025.
Menurut Mu’ti, model pembelajaran ini sudah ditawarkan oleh banyak perguruan tinggi luar negeri. Dengan peluncuran ini, ia berharap dapat mempermudah kesempatan siswa untuk belajar dari mana saja.
“Kita memperbanyak dan mempermudah kesempatan untuk anak-anak kita dapat belajar di mana saja kapan saja,” ungkapnya.
Skema Pendidikan Jarak Jauh
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan, Kemendikasmen akan bekerja sama dengan Universitas Terbuka untuk melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh ini.
Dalam pelaksanaannya, sekolah pertama yang akan menerapkan sistem ini adalah Sekolah Indonesia, Kota Kinabalu, Malaysia, dengan target 100 siswa.
“Dipilih sebagai projek percontohan karena merupakan sekolah Indonesia luar negeri dengan jumlah murid terbesar dan merupakan sekolah induk bagi community learning center yang ada di Sabah dan Serawak,” ujarnya.
Sebagai informasi, Sekolah Indonesia memiliki kurang lebih 20 ribu siswa dari jenjang SD dan SMP. Mayoritas siswa merupakan anak pekerja migran yang bekerja sebagai buruh di ladang sawit, perkebunan, hingga pelayan restoran.
“Uji terapan PJJ jenjang pendidikan menengah di Sekolah Indonesia dilakukan berkolaborasi dengan SMA Negeri 2 Padalarang. SMA Negeri 2 Padalarang adalah salah satu sekolah menengah yang berhasil menjalankan program SMA terbuka,” ungkap Tatang.
Ia menambahkan, untuk sementara, pengembangan bahan ajar dan pengembangan teknologi akan berkolaborasi dengan dukungan unit utama di lingkungan Kemendikdasmen. Secara bertahap, penerapan Pendidikan Jarak Jauh di jenjang menengah dapat dilaksanakan di 34 satuan pendidikan di 34 provinsi pada tahun 2026.
“Angka ini diharapkan dapat terus direplikasi,” pungkas Tatang.
Komisi X DPR RI Apresiasi Pendidikan Jarak Jauh
Pada kesempatan sama Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan apresiasi atas peluncuran Pendidikan Jarak Jauh.
“Kami perjuangkan sejak 2 dekade yang lalu adalah apa yang Pak Tatang hari ini luncurkan,” ujar Hetifah.
Hetifah kemudian bercerita jika dirinya merupakan perwakilan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur yang berkutat dengan siswa dari daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pada daerah pemilihannya itu, lanjutnya, ia sering berkunjung wilayah perbatasan seperti Sabah, negara bagian Malaysia yang berada di wilayah utara Pulau Kalimantan. Di sana, ia menemui para pekerja migran yang terpaksa menitipkan anak-anak mereka di kampung atau daerah perbatasan seperti Nunukan, Kalimantan Timur.
Kemudian pada tahun 2011, terdapat kebijakan yang melarang siswa asing untuk bersekolah di sekolah kebangsaan di Malaysia. Akhirnya, para orang tua terpaksa harus mengorbankan pendidikan anaknya.
“Sehingga anak-anaknya bahkan memiliki pendidikan yang jauh lebih rendah dari orang tuanya,” ungkap Hetifah.
Hetifah bersyukur Pembelajaran Jarak Jauh ini akhirnya bisa terlaksana.
“Alhamdulillah senang sekali hari ini bisa hadir di sini dan mudah-mudahan atase pendidikan dan kebudayaan khususnya di daerah-daerah banyak mensupport kegiatan ini,” harapnya. ***





