Kemendukbangga dan UIN Bandung Teken MoU Siapkan SDM Unggul untuk Indonesia Emas 2045

97362cb7 7a2e 4cb5 9f72 9b4f19a49078
Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar menandatangani MoU, di Gedung Anwar Musaddad, UIN Bandung, Kamis, 10 April 2026, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji dan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), di Gedung Anwar Musaddad, UIN Bandung, Kamis, 10 April 2026.

Pada kesempatan sama dilakukan Perjanjian Kerjasama (MoA) antara Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, Fauzan Ali Rasyid dengan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi.

Dalam MoU dan MoA ini Kemendukbangga dan UIN Bandung sepakat mempererat sinergi guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan, penyiapan SDM unggul dan berkualitas berkaitan erat dengan upaya untuk memanfaatkan bonus demografi secara optimal.

Kata dia, melimpahnya penduduk usia produktif hanya akan memberikan manfaat nyata apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta dorongan terhadap inovasi teknologi.

“Tanpa strategi yang tepat, bonus demografi justru berisiko memicu tingginya angka pengangguran dan bencana ekonomi,” ujarnya.

Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, menegaskan kesiapan UIN Bandung untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah dalam menyukseskan program-program pembangunan kependudukan dan keluarga.

Menurutnya, isu kependudukan sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an. Islam memberikan perhatian besar pada pengelolaan kehidupan manusia yang berkelanjutan.

“Tentu kita semua sangat mendukung kajian ini. Dalam Al-Qur’an banyak kata kunci seperti keluarga, syukur, negara, balad, dan bilad, yang menunjukkan bahwa Islam sangat memberi perhatian pada pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, kami mendukung penuh program-program BKKBN dalam menyukseskan agenda pemerintah. UIN Bandung menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Bangga Kencana,” tutur Rosihon.

Sementara Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung, Fauzan Ali Rasyid, menuturkan, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya generasi unggul yang lahir dari keluarga-keluarga yang sehat, cerdas, dan religius.

“Sinergi antara kebijakan kependudukan dan pembangunan sumber daya manusia merupakan langkah mendasar dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

“Isu kependudukan dan pembangunan keluarga adalah fondasi utama dalam membangun peradaban. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memahami arah kebijakan ini agar mampu mengambil peran strategis di masa depan,” tambah Fauzan. (des)***