ZONALITERASI – Pengembangan promosi Desa Wisata di Kabupaten Pangandaran perlu dukungan sarana digitalisasi. Melalui digitalisasi, promosi kepariwisataan khususnya untuk Desa Wisata bakal terpublikasi secara optimal.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, saat mengisi acara pelatihan tata kelola destinasi di Saung Sagati, Rabu (17/11/2021).
Tonton menuturkan, keberpihakan Pemerintah Pusat dalam mengembangkan Kepariwisataan di Pangandaran cukup maksimal.
Pada tahun 2021, lanjutnya, Kabupaten Pangandaran mendapat anggaran sebanyak 7 kegiatan non fisik yang didanai oleh DAK untuk pengembangan dan pemberdayaan wisata.
“Salah satu yang menjadi program pengembangan wisata oleh Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif adalah membangkitkan Desa Wisata,” terangnya.
Daya Tarik Budaya dan Alam
Menurut Tonton, Desa Wisata di Pangandaran memiliki daya tarik budaya dan alam yang menjadi dambaan publik. Disparbud Pangandaran sendiri bakal konsisten melakukan pendampingan dan evaluasi angka kunjugan ke Desa Wisata.
“Tradisi lokal seperti pertanian dan aktivitas sosial masyarakat Desa juga sangat berpotensi menjadi sajian aktrasi wisata,” tambahnya.
Ia menuturkan, pengelola di setiap objek wisata perlu memahami nilai-nilai dan filosofi dari aktivitas sosial masyarakat lokal sehingga jadi daya tarik publik untuk berkunjung.
“Kami juga terus melakukan pendataan lokasi yang memiliki potensi Desa Wisata supaya jaringan internetnya bagus,” ujar Tonton.
Ditambahkannya, jika jaringan internet di Desa Wisata sudah maksimal, maka pengelola wisata dituntut untuk memiliki talenta promosi secara visual.
“Pengunjung yang datang ke lokasi Desa Wisata juga akan bangga dan mempublish ke media sosial miliknya jika saat berwisata jaringan internetnya baik,” imbuh Tonton. ***





