Ketua DPRD Pangandaran: Proyek Pembangunan Muara Baru Harus melalui Kajian Komprehensif

Pemkab Pangandaran Kembangkan Pantai Karapyak
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin. (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan, proyek pembangunan Muara Baru di Karangtirta, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, harus melalui kajian komprehensif.

Proyek senilai Rp80 miliar tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang serius jika tidak dikaji ulang secara menyeluruh.

“Saya baru tahu soal proyek ini setelah Pak Jeje menunjukkan gambar rencananya. Awalnya saya kira ini hanya pemeliharaan muara lama, ternyata pembangunan muara baru,” kata Asep saat meninjau lokasi, Jumat, 30 Mei 2025.

Asep menuturkan, lokasi muara baru hanya sekitar 300 meter dari Jembatan Wiradinata—ikon dan akses utama warga pesisir. Ia mengkhawatirkan, tanpa kajian matang, pembangunan tersebut bisa berdampak buruk, baik bagi jembatan maupun kawasan sekitarnya.

“Memang katanya proyek ini sudah dirancang sejak 2021, sebelum jembatan dibangun. Tapi tetap, kita perlu duduk bersama BBWS Citanduy, menyamakan persepsi, menjelaskan masing-masing konsep. Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Asep menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, karena warga pesisir sangat paham kondisi geografis daerah mereka. Ia mengingatkan, dampak buruk bisa langsung dirasakan warga, terutama di Cibenda, Cikalong, dan Sidamulih.

“Kalau dipaksakan tanpa kajian ulang, fondasi Jembatan Wiradinata bisa terganggu, belum lagi potensi kerusakan lahan pertanian. Padahal tujuan awal masyarakat adalah mengurangi banjir, bukan menambah risiko,” jelasnya.

Asep menyayangkan jika pembangunan hanya fokus pada mulut muara, tanpa pengerukan sungai secara menyeluruh. Itu justru bisa menyebabkan pendangkalan dan air laut masuk ke daratan, memperparah kondisi petani di daerah pesisir.

“Saya khawatir air laut akan naik hingga ke Cikalong. Kalau tidak ditangani dengan bijak, ini bisa jadi bencana baru bagi petani. Yang kita perlukan sekarang adalah kajian terbuka dan menyeluruh,” ucapnya.

Asep berharap Bupati Pangandaran segera membuka ruang dialog intensif dengan BBWS dan melibatkan semua pihak terkait.

“Saya yakin BBWS punya niat baik. Tapi pembangunan harus didasari musyawarah dan pertimbangan semua pihak. Semoga komunikasi ini bisa segera dilakukan agar tak ada yang dirugikan,” imbuhnya. ***