Ketua DPRD Pangandaran: Sinergi Cari Solusi

20250621 230849
Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk bersinergi dan mencari solusi bersama menghadapi krisis keuangan yang disinyalir terjadi di Kabupaten Pangandaran.

Pernyataan itu disampaikan Asep untuk menyikapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebutkan bahwa Kabupaten Pangandaran tengah menghadapi krisis keuangan.

“Krisis keuangan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan harus dihadapi secara kolektif sebagai ujian bersama. Saya kira cobaan, guncangan, dan badai pasti ada. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan mencari jalan keluarnya,” ujar Asep, usai melaksanakan kegiatan reses di wilayah Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Jumat, 20 Juni 2025.

Selanjutnya Asep menganalogikan, Pangandaran sebagai kapal besar yang tengah menghadapi badai di tengah lautan. Seluruh penumpang kapal—yakni masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan—memiliki peran krusial untuk menjaga agar kapal tetap stabil.

“Kita pernah berjaya saat Pangandaran dipimpin Pak Jeje dan Pak Adang. Kapal itu melaju dengan semangat meski diterpa gelombang. Hari ini kita kembali menghadapi badai, dan mau tidak mau harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Asep menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dan seluruh elemen masyarakat dalam menangani kondisi fiskal saat ini. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang saling menyalahkan, melainkan bersatu fokus pada pembangunan solusi.

“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh Bupati, Wakil Bupati, atau Ketua DPRD saja. Ini harus menjadi gerakan kolektif seluruh stakeholder,” tandasnya.

Selektif dalam Pengeluaran

Asep menyarankan Pemerintah Daerah untuk lebih selektif dalam pengeluaran. Belanja daerah harus diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan dampak nyata bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus hindari belanja yang cost benefit-nya rendah. Kita puasa dulu seperti kepompong. Masa kita kalah sama kepompong yang mampu bermetamorfosis hingga bisa terbang?” tuturnya.

“Dengan efisiensi anggaran, efektivitas program, dan sinergi lintas sektor, saya optimis Pangandaran bisa keluar dari krisis dan kembali bangkit. InsyaAllah, jika kita kompak, efisien, dan fokus, Pangandaran tidak hanya akan pulih, tapi juga akan melesat terbang lebih tinggi,” imbuhnya. ***