Kisah Vivi Syavira, Pramugari KAI Asal Cimahi yang Kerap Dampingi Artis hingga Pejabat

Vivi Syavira
Vivi Syavira, pramugari KAI asal Cimahi, Jawa Barat. (FOTO: Dok. Pribadi)

ZONALITERASI.ID – Ada cerita di balik sosok Vivi Syavira Eka Putri, yang kini menggeluti profesi pramugari KAI (Kereta Api Indonesia).

Perempuan berusia 22 tahun asal Kota Cimahi, Jawa Barat ini membuktikan bahwa dengan semangat dan ketekunan, ia bisa menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi publik Indonesia.

“Awalnya kerja sebagai administrasi rawat inap mengurus cover pembiayaan pasien. Aku percaya, tidak ada kata terlambat untuk fokus dan melangkah ke depan. Jangan hiraukan omongan negatif dari orang sekitar karena itu hanya akan mematahkan semangat,” kata Vivi, dilansir dari TIMES Indonesia, Minggu, 27 April 2025.

Perjalanan Vivi hingga menjadi pramugari KAI, melewati proses panjang. Semasa SMA, ia aktif mengikuti lomba paskibraka dan fashion show. Aktivitas itu bukan hanya menjadi ajang tampil, tapi juga melatih disiplin, kepercayaan diri, dan public speaking bekal yang kini ia gunakan sebagai pramugari.

“Pengalaman masa sekolah membentuk pribadi saya siap tampil di depan publik. Dulu ikut paskibraka itu berat, tapi dari situ aku belajar soal tanggung jawab,” ujarnya.

Ya, sebagai pramugari KAI, kini Vivi diberi kepercayaan besar. Ia kerap dipercaya untuk mendampingi tamu-tamu spesial seperti artis, pejabat dari Kejaksaan Agung hingga anggota DPR. Tugas ini ia jalani dengan profesionalisme tinggi.

Sisi Lain yang Unik

Menariknya, di balik penampilan anggun dan formalnya, Vivi memiliki sisi lain yang cukup unik. Ia menggemari dunia otomotif, terutama mobil Eropa dan drifting.

“Aku suka mobil dan sesekali ikut latihan drifting. Tapi itu cuma hobi aja, sebagai pengisi waktu luang,” katanya.

Walau tak digeluti secara serius, hobi tersebut menjadi cara Vivi menjaga keseimbangan hidup di tengah padatnya jadwal kerja. Ia menganggap otomotif sebagai pelarian sehat dari rutinitas yang monoton.

Di akhir perbincangan, Vivi berpesan kepada generasi muda agar tak takut mencoba berbagai kesempatan.

“Perluas relasi, jalani dengan ikhlas dan semangat. Tidak ada kata terlambat di usia berapa pun,” pungkasnya. ***