Kolaborasi Universitas Widyatama dan INTI Universiti Malaysia, Kembangkan Inovasi Teknologi Desa

widyatama
Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dadang Suganda, saat audiensi dengan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., di Gedung Negara Kabupaten Sumedang. (Foto: Dok. Universitas Widyatama)

ZONALITERASI.ID – Universitas Widyatama melakukan kolaborasi strategis dengan INTI Universiti Malaysia.  Kolaborasi bertajuk “Internasionalisasi Riset untuk Desa Inovatif” ini fokus pada pengembangan teknologi desa, transformasi digital pariwisata, dan penguatan ketahanan pangan lokal.

“Melalui kerja sama riset, kami tidak hanya ingin menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga membangun pendekatan yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., saat audiensi dengan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M.,  di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, dilansir dari laman Universitas Widyatama, Minggu, 11 Mei 2025.

Pada kesempatan itu Rektor Universitas Widyatama didampingi Wakil Rektor Bidang Fasilitas dan Anggaran serta Bidang Riset dan Kerjasama dan tim peneliti.  Sementara dari INTI Universiti Malaysia  hadir Dr. Deashinta (ahli AI).

“Sumedang kami pandang sebagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk dijadikan percontohan global bagi inovasi desa berbasis penelitian,” sambung Prof. Dadang.

Salah satu topik yang dibahas dalam audiensi adalah pengembangan platform e-tourism yang memanfaatkan pendekatan digital untuk mendukung promosi wisata berbasis komunitas di Kolam Pemancingan Putera Jaya, Desa Cileles. Proyek ini tak hanya mendigitalisasi potensi lokal, namun juga mengedepankan teknologi hijau guna menjaga keberlanjutan lingkungan desa.

Program yang didukung oleh program hibah Matching Grant dan jejaring riset antarnegara ASEAN ini melibatkan Sri Lestari, Ir., MT. (Sistem Informasi), Ari Purno,M.Kom. (Informatika), dan Ajeng Mayang K.S., M.T. (Teknik Elektro) dari Universitas Widyatama serta Dr. Deashinta dari INTI Universiti, Malaysia.

“Riset ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan ekowisata digital yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisi lokal,” ujar Prof. Dadang.

Prof. Dadang menambahkan, kerja sama lintas batas ini mencerminkan orientasi baru dalam dunia pendidikan tinggi di Asia Tenggara, di mana tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan transformasi digital ditanggapi melalui pendekatan kolaboratif dan aplikatif.

“Model kerja sama ini diharapkan membuka jalan bagi pengembangan Pusat Inovasi Desa ASEAN di masa depan, dengan Sumedang sebagai episentrumnya,” imbuhnya.

Bupati Sumedang,  Dony Ahmad Munir menegaskan dukungan penuh untuk Universitas Widyatama menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai lokus penelitian serta hilirisasi hasil penelitian.

“Dengan pendekatan transdisipliner yang menggabungkan teknologi, desain sosial, pertanian berkelanjutan, dan digitalisasi wisata, kolaborasi ini bukan hanya memperkuat fondasi pembangunan desa, tetapi juga menjadi wujud konkret dari internasionalisasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” tandas Dony.

Terkait dengan kolaborasi riset, Universitas Widyatama juga berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan  Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang dalam pengembangan produk pertanian unggulan lokal. Itu ditandai dengan pengukuhan dua brand utama Padi Organik dari Desa Cikurubuk.  Keduanya yaitu Beras Patani yang ditujukan untuk konsumen menengah atas melalui BUMDes dan Beras Asmara (Asli Sumedang Maknyus Rasanya) yang dipasarkan oleh koperasi desa.

Peluncuran brand utama Padi Organik ini dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Sumedang ke-447 pada 21 April 2025.  ***