Komisi V DPRD Jabar Yakin Sekolah Unggul Garuda Bisa Diterjemaahkan Konkret di Lapangan

yomanius untung
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung. (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, mengatakan, pihaknya memastikan bahwa visi yang dibawa Sekolah Unggul Garuda bisa diterjemahkan secara konkret di lapangan.

“Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari cara mengajar, budaya sekolah, hingga keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Tentunya dengan dukungan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas. Diharapkan implementasi Sekolah Unggul Garuda di Jawa Barat dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata terhadap kualitas pendidikan,” kata Yomanius Untung, seusai melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terkait Sekolah Unggul Garuda, Rabu,  7 Mei 2025.

Komisi V DPRD Jawa Barat mendapat Penjelasan komprehensif dari Kemendikti Saintek, terkait dengan proyeksi pengembangan Sekolah Unggul Garuda,  terutama pada jenjang SMA atau SMK.

Menurut Untung, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperdalam pemahaman mengenai konsep dan tujuan program sekolah unggulan yang saat ini tengah digencarkan secara nasional. Paparan mendalam mengenai pilar utama Sekolah Unggul Garuda meliputi, peningkatan mutu akademik, penguatan karakter siswa, pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta pengembangan kepemimpinan dan soft skill di lingkungan sekolah.

“Kita mendapatkan penjelasan yang relatif utuh terkait dengan proyeksi program Sekolah Unggul Garuda dan ini penting bagi kita untuk memahami betul tentang target sekolah unggulan itu. Kita berharap bahwa implementasi di Provinsi Jawa Barat akan menyambungkan visi dan misi yang telah disampaikan dalam kegiatan ini,” kata Untung.

Program Sekolah Unggul Garuda, lanjut Yomanius, merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional untuk mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkarakter kuat. Dengan pendekatan berbasis kompetensi dan nilai-nilai kebangsaan, sekolah-sekolah yang tergabung dalam program ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran yang inovatif dan inklusif.

Selain itu, komitmennya untuk segera menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut dengan melakukan pemetaan potensi sekolah-sekolah yang layak dikembangkan sebagai Sekolah Unggul Garuda. Agar lebih efektif, akan dilakukan pelatihan khusus bagi para tenaga pendidik dan kepala sekolah agar sejalan dengan standar dan kurikulum yang ditetapkan pusat.

Sebagai informasi, Pemerintah Pusat melalui Kemendikti Saintek RI secara resmi meluncurkan program Sekolah Unggul Garuda, sebagai strategi nasional untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Program ini secara khusus menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah di luar Pulau Jawa yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik.

Program Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan setara, serta mendorong lahirnya generasi muda yang unggul baik dalam bidang akademik maupun karakter. Sekolah-sekolah yang tergabung dalam program ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk dalam hal infrastruktur, teknologi pembelajaran, pelatihan guru, serta pendampingan manajerial.

Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Dr. Samsuri, M.Si., menegaskan, program ini adalah langkah konkret pemerintah dalam membangun pendidikan yang merata dan berkualitas.

“Sekolah Unggul Garuda adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya setara dalam akses, tetapi juga unggul dalam mutu. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia di daerah 3T maupun luar Jawa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas tinggi,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPRD Jawa Barat

Ia menambahkan, pendekatan yang diterapkan bersifat terintegrasi dan berkelanjutan, mencakup penguatan kurikulum, pengembangan guru, serta pemanfaatan teknologi digital yang relevan dengan kondisi masing-masing daerah. ***