Konser “Echoes of Aria” Pendidikan Seni Musik UPI, Tampilkan Karya Klasik Penuh Pesona

gema elegansi suara mahasiswa 1
Dina Laras membawakan aria “Queen of the Night” dari opera Die Zauberflöte (The Magic Flute) karya Mozart, (Foto: Dok. Berita UPI).

SUASANA malam yang hangat di Lobi Gedung Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) ADB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin, 30 Juni 2025, berubah menjadi panggung konser mini bertema klasik dalam gelaran bertajuk “Echoes of Aria: Night of the Elegance.” Acara yang berlangsung mulai  pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini menampilkan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Musik angkatan 2023 yang telah menempuh mata kuliah Resital Vokal.

Mengusung konsep vokal klasik, konser ini menjadi ruang apresiasi sekaligus bentuk evaluasi atas proses pembelajaran vokal mahasiswa selama satu semester. Disuguhkan dalam format resital, para penampil membawakan karya-karya dengan tingkat kesulitan teknis tinggi, terutama pada penguasaan interval nada dan dinamika ekspresi musikal.

Meskipun digelar di lobi kampus, kesan elegan tetap terasa berkat tata cahaya, dekorasi sederhana namun tertata, serta iringan ensambel string yang harmonis. Audiens yang sebagian besar adalah mahasiswa dan sivitas akademika FPSD UPI, terlihat antusias dan terkesima oleh teknik vokal serta pembawaan emosional yang ditampilkan tiap penyanyi.

Dengan teknik vokal yang tertata rapi, pengucapan artikulasi yang jelas, dan interpretasi musikal yang kuat, para mahasiswa sukses memukau para apresiator. Konser ini membuktikan bahwa pembelajaran vokal klasik di ruang akademik tidak hanya berakhir di ruang kelas, tetapi mampu dihadirkan secara nyata dan profesional dalam bentuk pertunjukan publik.

Sebelum pertunjukan dimulai, acara dibuka secara resmi oleh MC yang kemudian mengundang sejumlah pihak untuk memberikan sambutan. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Aliyah Amnasriah; Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Musik (HIMAMUSIK), Khairu Elgar; serta perwakilan dosen dari Prodi Pendidikan Seni Musik.

Hadir dalam konser tersebut antara lain Dr. Diah Latifah, M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Resital Vokal; Dr. Dody M. Kholid, S.Pd., M.Sn., sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Seni Musik; dan Vincentius Paskalis Nugroho, M.Pd., sebagai Dosen Pembimbing Kemahasiswaan. Kehadiran para dosen dan apresiator lainnya menunjukkan dukungan kuat terhadap karya dan proses pembelajaran mahasiswa di ranah vokal klasik.

gema elegansi suara mahasiswa 2

Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Musik FPSD UPI angkatan 2023 yang telah menempuh mata kuliah Resital Vokal tampil dalam konser mini bertema klasik dalam gelaran bertajuk “Echoes of Aria: Night of the Elegance”, (Foto: Dok. Berita UPI).

Konser ini juga mendapatkan dukungan penuh dari HIMAMUSIK, yang turut berperan dalam menyukseskan teknis pelaksanaan, mulai dari tata panggung hingga promosi. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan menjadi kunci kelancaran acara pada malam itu.

Bertajuk “Echoes of Aria: Night of the Elegance”, konser ini memadukan kekuatan vokal klasik dengan iringan instrumen string yang memperkaya dimensi musikal pertunjukan. Mahasiswa tampil membawakan karya-karya dari komposer lintas era, dengan penguasaan teknik vokal yang matang dan ekspresi musikal yang menyentuh.

Lima karya ditampilkan malam itu, dengan beberapa diiringi oleh Stringentisimo (ensemble string internal mahasiswa, Unit Minat Bakat Program Studi Musik). Kelima karya itu yakni:

1. “Sonata No. 16 in C Major, K.545”karya W.A. Mozart, dibawakan oleh Ira Christi Pitaloka (piano);

2. “Think of Me”dari The Phantom of the Opera karya Andrew Lloyd Webber, dibawakan oleh Fitriana Ayu dan Ariq Panji (vokal);

3. “Flower Duet”karya Léo Delibes, dibawakan oleh Aliyah Amnasriah dan Nazwa Aini (vokal);

4. “Queen of the Night Aria”karya W.A. Mozart, oleh Dina Laras (vokal);

5. “Time to Say Goodbye”karya Francesco Sartori & Lucio Quarantotto, dibawakan oleh Aliefah Putri dan Ariq Panji (vokal).

Setiap penampilan menampilkan kekuatan teknis vokal yang berbeda, namun tetap utuh dalam benang merah tema elegansi vokal klasik.

Konser dibuka dengan penampilan solo piano karya klasik “Sonata No. 16 in C Major, K.545” ciptaan Wolfgang Amadeus Mozart, yang dibawakan oleh Ira Christi Pitaloka. Karya ini dikenal sebagai “Sonata facile” karena karakter melodinya yang ringan dan struktur formal yang sederhana, namun tetap menuntut teknik dan musikalitas yang matang. Permainan Ira yang tenang namun ekspresif berhasil menciptakan suasana nyaman dan memikat audiens untuk bertahan hingga akhir pertunjukan. Pilihan karya ini tepat sebagai pembuka, karena memberikan titik tolak bagi penonton untuk masuk ke dalam ranah musik klasik yang elegan.

Penampilan kedua menampilkan duet vokal Fitriana Ayu dan Ariq Panji dengan lagu “Think of Me” dari musikal The Phantom of the Opera. Lagu ini memiliki warna harmoni yang melankolis dan romantis, ditulis oleh Andrew Lloyd Webber untuk menggambarkan kerinduan mendalam dalam sebuah hubungan. Penyajian duet ini dibawakan dengan nuansa klasik, menunjukkan penguasaan teknik vokal klasik oleh keduanya, terutama dalam kontrol vibrato dan artikulasi yang jernih. Duet ini tidak hanya menyampaikan lirik, tetapi juga membawa audiens merasakan kedalaman emosi dalam musik.

gema elegansi suara mahasiswa 3

“Flower Duet” karya Léo Delibes dari opera Lakmé dibawakan oleh Aliyah Amnasriah dan Nazwa Aini. (Foto: Dok. Berita UPI).

Selanjutnya, “Flower Duet” karya Léo Delibes dari opera Lakmé dibawakan oleh Aliyah Amnasriah dan Nazwa Aini. Lagu ini merupakan salah satu duet sopran dan mezzosopran paling populer dalam repertoar opera karena keindahan melodi yang berpadu harmonis. Penampilan keduanya ditunjang dengan properti bunga mawar putih dan merah yang memperkuat simbolik estetika visual dari lagu tersebut. Putih melambangkan ketenangan, sementara merah menyiratkan emosi dan kehangatan. Dari segi musikal, keseimbangan dinamika dan blending suara antar-penyanyi menjadi poin utama yang menunjukkan persiapan dan kemampuan vokal yang solid.

Kemudian, Dina Laras membawakan aria “Queen of the Night” dari opera Die Zauberflöte (The Magic Flute) karya Mozart. Aria ini merupakan salah satu karya paling menantang dalam repertoar sopran koloratur, karena membutuhkan jangkauan vokal yang sangat tinggi, teknik staccato cepat, dan kontrol napas yang presisi. Dina tampil dengan kostum gaun hitam bermotif manik-manik yang memantulkan cahaya, memberikan kesan dramatis yang sesuai dengan karakter ‘Ratu Malam’ yang misterius dan penuh kemarahan. Pilihan visual ini mendukung karakter musikal aria yang penuh tensi dan ekspresi teatrikal.

Sebagai penutup, Aliefah Putri dan Ariq Panji membawakan lagu “Time to Say Goodbye” (Con Te Partirò) yang dipopulerkan oleh Andrea Bocelli dan Sarah Brightman. Karya ini memiliki struktur orkestra yang megah dan progresi harmoni yang emosional. Penampilan duet ini tidak hanya menghadirkan kekuatan vokal yang saling melengkapi, tetapi juga menyampaikan kesan reflektif dan mengharukan kepada penonton. Lagu ini sering digunakan sebagai penutup karena maknanya yang kuat tentang perpisahan dan harapan, dan dalam konteks konser ini, ia menjadi penegas emosi penutup yang mendalam.

Pertunjukan yang disuguhkan malam itu bukan hanya tampil elegan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati para apresiator. Setiap penampilan menunjukkan dedikasi dan kemajuan mahasiswa dalam menguasai teknik vokal klasik, sekaligus menggambarkan hasil konkret dari proses pembelajaran yang intensif selama satu semester.

Melalui konser resital vokal ini, diharapkan tumbuh kepercayaan diri dan semangat baru bagi para mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik, khususnya angkatan 2023. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai calon pendidik, tetapi juga sebagai seniman yang mampu hadir dan bersuara di ruang publik. Kemampuan tampil di depan audiens menjadi keterampilan penting yang tak terpisahkan dari peran musisi dalam dunia pendidikan dan pertunjukan.

Lebih dari itu, konser ini menjadi bukti bahwa musik klasik masih relevan dan bisa diapresiasi oleh generasi muda di tengah derasnya arus budaya populer. Dengan penyajian yang kontekstual, edukatif, dan menyentuh secara emosional, pertunjukan ini memperlihatkan bahwa pelestarian musik klasik dapat dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Leila A’ida Fitria, Mahasiswa Pendidikan Seni Musik UPI Angkatan 2023/berita.upi.edu) ***