Lewat GEMAR Kemendukbangga/BKKBN Jabar Dorong Kontribusi Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

WhatsApp Image 2025 12 12 at 11.35.42
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, saat membuka sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) bersama Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar, di Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar, Jalan Surapati Bandung, Kamis, 11 Desember 2025, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapot Anak ke Sekolah (GEMAR).

Gerakan yang di-launching pada akhir 2025 ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Nomor 14 Tahun 2025, yang mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk menerbitkan regulasi serupa di daerah masing-masing.

“GEMAR bukan sekadar seremoni. Ini sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah berbagai persoalan perkembangan remaja. Kontribusi ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi hadir dalam proses tumbuh kembang anak,” kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, saat sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) bersama Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar, di Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar, Jalan Surapati Bandung, Kamis, 11 Desember 2025.

“Perubahan struktur keluarga modern membuat pembagian peran ayah dan ibu kini semakin setara. Ayah didorong tidak hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi juga terlibat dalam aktivitas harian seperti mengerjakan PR dan memantau perkembangan mental anak,” sambungnya.

Dadi menyebutkan, data UNICEF menunjukkan lebih dari 20 persen anak Indonesia mengalami fatherless, yaitu kehilangan figur ayah meski secara fisik tinggal serumah. Kondisi itu berdampak pada menurunnya komunikasi keluarga dan munculnya masalah kesehatan mental remaja.

Selain itu, 33 persen remaja tercatat memiliki isu kesehatan mental, mulai dari stres hingga mudah merasa tidak aman (insecure).

“Melalui GATI dan GEMAR, BKKBN Jabar mendorong transformasi pola pengasuhan agar ayah dan ibu berkolaborasi menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, komunikatif, dan suportif. Kami ingin tumbuh kembang anak menjadi optimal. Ayah dan ibu harus hadir bersama dengan kerja keras, ketulusan, dan kepedulian,” kata Dadi.

Pada kesempatan sama Ketua Tim Kerja Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Jabar, Arif Rifqi Zaidan, menuturkan, program GATI yang diluncurkan pada 21 April 2025 sebagai bagian dari quick win Kemendukbangga. Salah satu fokusnya adalah menjawab persoalan fatherless atau ketidakhadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional.

Berdasarkan data UNICEF dan pendataan keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga tahun 2025, sebanyak 20,9 persen anak Indonesia kehilangan kehadiran ayah.

Pemutakhiran data menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni 25,8 persen secara nasional. Sementara di Jawa Barat, persentasenya mencapai 29,5 persen atau hampir sepertiga keluarga dengan anak mengalami kondisi fatherless.

“Banyak anak yang tumbuh tanpa kedekatan emosional dengan ayahnya. Banyak ayah bekerja keras, tapi lupa hadir secara batin bagi anak,” ujar Zaidan.

Terkait Surat Edaran Mendukbangga Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), Zaidan menjelaskan, melalui gerakan tersebut, seluruh ayah yang memiliki anak usia PAUD, sekolah dasar, hingga menengah diimbau secara khusus untuk hadir mengambil rapor pada penerimaan rapor semester pada Desember 2025.

Surat edaran tersebut juga mendorong instansi pemerintah maupun swasta memberikan dispensasi keterlambatan bagi ayah yang mengikuti gerakan tersebut. Selain itu, pemerintah menyiapkan bentuk apresiasi melalui unggahan foto kegiatan di media sosial dengan tagar #SekolahBersamaAyah.

“Surat edaran ini telah disampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota agar menjadi dasar penguatan kebijakan di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan menerbitkan surat imbauan lanjutan untuk memfasilitasi para ayah yang bekerja agar dapat hadir mendampingi anak saat pengambilan rapor,” ucapnya.

“Gerakan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya membangun bonding ayah–anak serta memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia,” pungkas Zaidan.

Sementara Ketua Konsorsium Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Fakhrulrozi, menuturkan, pihaknya bersama berbagai komunitas mendorong GEMAR sebagai bentuk keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.

“Langkah tersebut penting karena selama ini ibu lebih dominan dalam urusan akademik anak. Ayah biasanya lebih fokus pada solusi. Keterlibatan ayah dapat membantu anak berkembang secara akademik dan emosional,” katanya.

Ia berharap gerakan tersebut menjadi awal meningkatnya kesadaran para ayah untuk hadir secara fisik maupun emosional dalam keluarga. Hal tersebut terutama menghadapi kompleksitas tantangan pengasuhan di era digital.

Dalam sosialisasi GATI ini, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, memberikan apresiasi kepada Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar juga memberikan penghargaan kepada komunitas ayah teladan yaitu komunitas Bapak Milenial Garut dan Masberto dari Kabupaten Bandung Barat. (des)***