Pascapelantikan Rektor Periode 2025-2030, UPI Terbuka Terima Saran dan Kritik Konstruktif

WhatsApp Image 2025 06 19 at 20.23.51
MWA UPI menggelar Sidang Pleno Terbuka Pelantikan Rektor UPI periode 2025-2030, Prof. Didi Sukyadi, pada Senin, 16 Juni 2025. (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan terbuka dan rendah hati menerima segala bentuk saran, masukan, atau kritik konstruktif dari masyarakat terkait dengan isu apapun, termasuk isu yang muncul pascapelantikan Rektor UPI periode 2025-2030.

“UPI percaya bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah pilar utama dalam membangun institusi pendidikan yang kredibel. Oleh karena itu, UPI senantiasa membuka diri untuk menerima aspirasi dari pemangku kepentingan, baik secara tertulis maupun dialog langsung, demi perbaikan di masa mendatang yang berkelanjutan dan terwujudnya tata kelola institusi yang menjunjung tinggi keunggulan, integritas, dan kepercayaan publik,” kata Kepala Humas UPI, Prof. Suhendra, M.Ed., Ph.D., Selasa, 18 Juni 2025.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Humas UPI, Prof. Suhendra, terkait pemakaian istilah yang menggunakan bahasa Inggris dalam pelantikan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., sebagai Rektor UPI periode 2025-2030, Senin, 16 Juni 2025. Acara yang digelar dalam Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) UPI itu, berlangsung di Gedung Achmad Sanusi, Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung.

Pemakaian istilah berbahasa Inggris itu sempat diprotes Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, dengan cara keluar ruangan acara.

Prof. Suhendra mengungkapkan, semangat di balik prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Rektor UPI periode 2025-2030 adalah niat baik untuk meneguhkan nilai-nilai positif kepemimpinan.

Menurutnya, sumpah jabatan Rektor UPI periode 2025-2030 menggunakan Bahasa Indonesia sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku.

“Penyisipan prinsip ‘values for value, full commitment no conspiracy, and defender integrity‘ pada akhir teks sumpah jabatan bertujuan sebagai panduan dalam membangun tata kelola institusi yang unggul, berintegritas, dan terpercaya,” katanya.

“Prinsip ini dimaknai sebagai upaya mengedepankan nilai untuk kebermanfaatan, komitmen penuh tanpa konspirasi, dan menjadi pembela integritas yang menunjukkan kesungguhan UPI sebagai institusi yang beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut merupakan komitmen UPI terhadap prinsip tata kelola universitas yang baik,” sambung Prof. Suhendra.

Selanjutnya Prof. Suhendra mengatakan, UPI menyadari adanya dinamika di masyarakat sebagai akibat pemberitaan melalui media massa dan media sosial. Menyikapi pemberitaan yang berkembang di media terkait prosesi pelantikan Rektor UPI periode 2025-2030, UPI beritikad untuk merespons dampak yang timbul dengan mengedepankan prinsip keterbukaan informasi secara bijaksana.

“UPI terus berkomitmen untuk senantiasa melakukan perbaikan atau perubahan di masa mendatang sehingga menjadi lebih baik,” pungkas Prof. Suhendra. (des)***