ZONALITERASI.ID – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, mengatakan, pemerintah terus memperkuat ekosistem literasi di lingkungan pendidikan.
Salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah yaitu melakukan langkah afirmatif melalui alokasi minimal 10 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan buku bacaan non-teks.
“Perpusnas juga terus mendorong transformasi perpustakaan melalui pendekatan berbasis inklusi. Perpustakaan harus menjadi ruang hidup, bukan sekadar tempat buku, melainkan tempat bertemunya ide, gagasan, dan aktivitas masyarakat,” ucap Aminudin, dalam keterangan, di Jakarta, Selasa, 8 April 2026, dikutip dari Antara.
Selanjutnya Aminudin menuturkan, dalam meningkatkan budaya literasi di Indonesia, Perpusnas memiliki program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
Melalui Relima, Perpusnas terus memberikan pengakuan terhadap peran penggiat literasi di akar rumput.
“Yang dikejar bukan sekadar program berjalan, melainkan dampaknya. Relima memberikan efek besar karena menggerakkan masyarakat langsung. Pada 2026, relawan Relima mencapai 360 orang yang tersebar di kurang lebih 200 kabupaten/kota di Indonesia,” katanya,
Aminudin menjelaskan, program Relima terus mendekatkan budaya literasi pada masyarakat yang heterogen. Dengan demikian, Perpustakaan tidak lagi diposisikan sebagai ruang pasif penyimpanan buku, tetapi menjadi pusat aktivitas, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Kata dia, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menilai informasi, serta menciptakan inovasi.
“Tidak ada satupun bangsa yang bermartabat jika tingkat literasinya rendah. Literasi adalah fondasi peradaban manusia, dari mengenali lingkungan hingga menciptakan hal baru,” ujarnya.
Aminudin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem literasi.
“Perpusnas harus didengar bukan hanya oleh masyarakat, melainkan juga oleh para pengambil kebijakan, karena di sinilah fondasi pembangunan manusia dibentuk,” pungkasnya. (des)***





